Fenomena JOMO yang Jadi Kebalikan FOMO, Intip Cara Terbaik Nikmati Dunia Nyata Tanpa Harus Takut Ketinggalan Momen di Medsos

AKURAT BANTEN - Sebagian orang ingin menikmati setiap momen di dunia nyata tanpa harus memikirkan tentang media sosial.
Contoh yang nyata terjadi ketika seseorang menghadiri konser musik dari musisi idolanya yang tampil di atas panggung.
Ribuan kamera bak bintang-bintang bersinar terang dari para penonton kepada sang superstar, kemudian momen itu dibagikan di media sosial pribadi mereka.
Namun, tanpa sadar mereka menikmati momen itu dengan layar ponsel mereka. Padahal, sang idola jelas-jelas ada di hadapan mereka.
Itu adalah contoh kecil yang acapkali disebut dengan Fear of Missing Out (FOMO), sebuah fenomena yang kini tengah menyelimuti para pengguna di media sosial.
Mereka seolah takut ketinggalan momen-momen yang ada di kehidupan nyata agar bisa dibagikan di dunia maya.
Berkaca dari hal itu, terdapat sebuah kebalikan dari FOMO yakni JOMO (Joy of Missing Out). JOMO juga merupakan istilah yang kerap dipakai bagi sebagai orang yang justru menikmati saat mereka ketinggalan momen seru di media sosial.
Baca Juga: Jelang Pencoblosan, Kejati Banten Ngaku Ada Temuan Baru, Panggil Suaminya Airin
Apa Itu JOMO?
Jika kembali mengambil contoh saat momen konser, maka orang itu lebih memilih menikmati momen sang idola bernyanyi ketimbang harus repot-repot mengambil kameranya.
Dikutip dari Cleveland, JOMO memungkinkan seseorang untuk menjadi diri sendiri tanpa harus mendapatkan pengakuan orang lain.
Seorang Psikolog, Albers mengungkap sisi lain dari JOMO yang dianggap memberikan manfaat dari sisi psikologi.
"JOMO lebih berfokus pada kualitas ketimbang kuantitas," ujar sang psikolog.
"(Contohnya) seseorang bisa saja membuat daftar panjang untuk segala hal untuk dibagikan di media sosial, namun JOMO akan membuat seseorang lebih fokus terhadap hal-hal kecil yang ada di sekitarnya," ungkapnya.
Baca Juga: Polda Banten Ungkap Tiga Kasus Tindak Pidana Penjualan Orang
Lantas, apa saja manfaat JOMO berdasarkan pengamatan dari sisi psikologi dan bagaimana cara terbaik untuk memulainya? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Manfaat
Albers mengungkap tiga manfaat yang lahir dari kecenderungan seseorang yang 'JOMO' dalam menjalani kehidupannya:
Meningkatkan sisi produktivitas dan fokus dalam kegiatan sehari-hari
Meningkatkan keterlibatan emosional dalam menjalin hubungan sosial di lingkungan sekitar
Meningkatkan kesejahteraan emosional dan kesehatan fisik dalam menjalani aktivitas sehari-hari
Sisi Buruk
Meskipun terdapat manfaat yang baik bagi seseorang yang berperilaku JOMO, adapun sisi buruk dari JOMO.
Baca Juga: Banjir di Tangsel, Sejumlah Warga Mengungsi ke Balai Warga Hingga Musala
Menurut Albers, JOMO juga dapat membuat seseorang takut untuk keluar dari zona nyaman dan menjelajahi hal-hal baru.
"Jika ada sisi buruk dari JOMO, itu adalah tentang motivasi seseorang untuk keluar dari zona nyaman dan menjelajahi hal-hal baru," tutur Albers.
Psikolog itu juga menyebut melihat apa yang dilakukan orang lain sebagaimana seseorang yang berperilaku FOMO, akan memberikan ide-ide baru yang tidak terpikirkan sebelumnya.
"Melihat apa yang dilakukan orang lain dapat memberikan seseorang ide baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya," tandasnya.
Berkaca dari hal itu, seseorang yang ingin membiasakan diri berprilaku JOMO juga tidak mesti 100 persen.
Albers menyarankan untuk memberikan porsi JOMO yang sesuai dengan kepribadian seseorang introvert maupun ekstrovert. Berikut ini sederet cara bagi seseorang yang ingin mengubah kebiasaan FOMO menjadi JOMO:
Baca Juga: Tampang Pelaku Penusukan Bocah 16 Tahun Hingga Tewas, saat Kampanye Akbar Cawalkot Kota Bima, NTB
Biasakan Waktu Tanpa Gadget
Albers menyebut perilaku membatasi media sosial memungkinkan seseorang untuk memberikan waktu lebih untuk diri sendiri.
"Membatasi media sosial dapat membuat seseorang bisa memilih menggunakan waktu untuk diri sendiri maupun untuk orang lain," terang sang psikolog.
Selain itu, kebiasaan ini akan membuat seseorang menyadari betapa banyak perilaku FOMO yang selama ini telah dilakukan tanpa disadari.
"Saat berhenti menggunakan (media sosial), seseorang akan menyadari bahwa FOMO-nya telah berkurang dan memberi kesempatan untuk fokus melakukan aktivitas yang meningkatkan kepuasan tersendiri," tegas Albers.
Baca Juga: Pemuda di Ciledug Tangerang Ditemukan Tewas di Atas Pohon Mahoni
Berani Mengatakan Tidak
Ajakan orang lain menjadi tantangan tersendiri bagi seseorang yang sedang membiasakan diri untuk memberi batasan terhadap media sosial.
Terlebih, jika ajakan itu tentang memainkan permainan game online yang menghabiskan banyak waktu maka seseorang harus berani mengatakan tidak.
"Tidak apa-apa mengatakan tidak, dan tidak perlu memberikan penjelasan," ujar Albers.
"Rasa bersalah biasanya muncul, namun hal itu akan lebih mudah diterima orang lain apabila seseorang telah melakukannya berulang kali," pungkasnya.
Introspeksi Diri
Bagi sebagian orang pasti merasa sulit untuk menjauh dari media sosial.
Hal itu menjadikan mereka berulang kali 'iseng' untuk kembali berselancar di media sosial.
Albers menyarankan seseorang yang mengalami kesulitan tersebut untuk introspeksi diri.
"Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda melakukannya karena takut ketinggalan (FOMO), atau apakah itu sesuatu yang penting untuk dilakukan," terang Albers.
"Terkadang perlu evaluasi dan berhenti sejenak untuk mengetahui keputusan diri sendiri saat kembali menatap layar ponsel," tandasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 4Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 5Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap







