Banten

Sejarah Berdirinya Taman Siswa, Tempat Pendidikan yang Didirikan Ki Hajar Dewantara!

Saiful Anwar | 30 April 2024, 12:25 WIB
Sejarah Berdirinya Taman Siswa, Tempat Pendidikan yang Didirikan Ki Hajar Dewantara!

AKURAT BANTEN - Taman siswa merupakan sebuah organisasi pendidikan yang didirikan oleh pahlawan pendidikan, Ki Hajar Dewantara pada masa kolonial Belanda.

Taman siswa didirikan pada tanggal 3 Juli 1922 di Kota Yogyakarta. Organisasi ini didirikan sebagai wujud perlawanan Ki Hajar Dewantara terhadap deskriminasi pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah Belanda.

Sampai saat ini, taman siswa menjadi landasan pendidikan di Indonesia. Lantas, bagaimana sejarah berdirinya taman siswa tersebut? Simak ulasan lengkapnya.

Baca Juga: Simak Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei serta Arti Penting Pendidikan!

Sejarah Berdirinya Taman Siswa

Sejarah berdirinya taman siswa tidak lepas dari perjuangan Ki Hajar Dewantara. Pada saat penjajahan Belanda, mendapatkan pendidikan merupakan sesuatu yang mustahil bagi masyarakat biasa. Mengenyam pendidikan hanya diperuntukkan bagi keluarga ningrat dan keluarga Belanda.

Melihat adanya diskriminasi tersebut, Ki Hajar Dewantara merasa terpanggil untuk melakukan perlawanan terhadap peraturan kolonial Belanda. Karena sikapnya yang berani selalu mengkritik pemerintah Belanda, Ki Hajar Dewantara diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. 

Kembalinya Ki Hajar Dewantara ke Indonesia pada tahun 1918, ia langsung aktif kembali berorganisasi. Pahlawan pendidikan ini bergabung dengan perkumpulan pemuda pimpinan Pangeram Suryomentaram dan kelompok sarasehan.

Baca Juga: Profil Shen Yinhao, Wasit Asal China yang Pimpin Laga Indonesia vs Uzbekistan Tuai Kontroversi

Seiring waktu Ki Hajar Dewantara memiliki keinginan untuk merubahan cara mengajar yang dipakai oleh kolonial Belanda yaitu sistem "perintah dan sanksi (hukuman)" diubah menjadi cara pendidikan pamong. 

Untuk melakukan perubahan tentu Ki Hajar Dewantara memerlukan organisasi agar perubahan dalam dunia pendidikan demi kaum pribumi bisa dilaksanakan. Maka pada tanggal 3 Juli 1922 untuk pertama kalinya 'Nationaal Onderwijs Tamansiswa' berdiri di Yogyakarta.

Melalui Taman Siswa Ki Hajar Dewantara ingin mengenalkan tentang konsep kemerdekaan bagi kaum pribumi agar mampu berdiri sendiri untuk mendapatkan kebebasan serta lebih manusiawi. Diharapkan juga melalui pendidikan yang diterapkan oleh Taman Siswa akan menghasilkan pemimpin untuk bangsa Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.