Banten

Hidup Nyaman ala Remote Villager: Meninggalkan Kota demi Ketentraman Desa

Moehamad Dheny Permana | 29 Juni 2025, 18:07 WIB
Hidup Nyaman ala Remote Villager: Meninggalkan Kota demi Ketentraman Desa

Akurat Banten - Tren perpindahan dari kota ke desa demi ketenangan hidup semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Gaya hidup ini dikenal dengan istilah “Remote Villager”, yakni bekerja jarak jauh dari desa dengan tetap terhubung secara digital.

Didukung kemajuan teknologi dan internet yang semakin merata, gaya hidup ini menjadi pilihan banyak profesional muda.

Ketenangan, suasana alami, dan biaya hidup yang lebih rendah menjadi alasan utama meninggalkan hiruk pikuk perkotaan.

Aktivitas kerja tetap berjalan normal dari rumah-rumah di desa, bahkan beberapa wilayah mulai menyediakan ruang kerja bersama (co-working space) sederhana.

Baca Juga: DIY Wellness: Perawatan Diri Sendiri yang Makin Populer di Tengah Gempuran Produk Instan

Pemandangan sawah, suara alam, dan udara bersih menjadi keseharian baru yang memberi dampak positif terhadap kesehatan mental dan produktivitas.

Pengeluaran harian pun menurun, sementara kualitas hidup meningkat berkat lingkungan yang lebih ramah dan tidak menekan.

Keberadaan Remote Villager turut menghidupkan ekonomi lokal, terutama sektor kuliner rumahan, penginapan, dan jasa transportasi.

Desa-desa yang dulu sepi kini perlahan menjadi pusat aktivitas baru tanpa kehilangan nilai tradisionalnya.

Pemerintah daerah mulai melihat tren ini sebagai peluang pengembangan desa berbasis digital dan ekonomi kreatif.

Pakar pembangunan mengingatkan perlunya pengelolaan agar tidak terjadi lonjakan harga atau pergeseran budaya secara ekstrem.

Baca Juga: Viral Sopir Bajaj Kasih Rokok ke Petugas Derek Dishub, Kadishub DKI: Jika Terbukti Pungli, Kami Pecat!

Perpindahan ini bukan semata pelarian dari kota, melainkan bentuk pencarian makna hidup yang lebih seimbang dan manusiawi.

Gaya hidup ini diprediksi terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan fleksibilitas kerja.

Remote Villager menjadi bukti bahwa desa tak lagi identik dengan keterbatasan, tetapi justru menjadi tempat baru untuk tumbuh dan berkembang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.