Kenali Penyakit Hiperventilasi, Kondisi saat Seseorang Bernapas dengan Cepat!

AKURAT BANTEN - Hiperventilasi atau dikenal dengan pernapasan berlebihan merupakan kondisi saat seseorang mengalami pernapasan yang cepat. Pada kondisi seperti ini, karbon dioksida yang dikeluarkan tubuh lebih banyak dari pada saat kondisi normal.
Karbon dioksida dalam jumlah yang tepat memiliki manfaat untuk tubuh. Hiperventilasi menyebabkan kandungan karbon dioksida dalam tubuh menjadi sedikit. Hal ini akan menyebabkan beberapa keluhan.
Penyakit hiperventilasi biasanya ditandai dengan sesak napas, jantung berdegup kencang, hingga pusing seperti akan pingsan. Penyakit ini bisa terjadi karena stres psikologis atau kondisi medis tertentu.
Melansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan mengenai penyakit hiperventilasi.
Baca Juga: Selebgram Chandrika Chika Minta Maaf usai Terjerat Kasus Narkoba
Penyebab Hiperventilasi
Hiperventilasi terjadi karena beberapa faktor, di antaranya adalah kondisi psikis yang tidak stabil maupun kondisi medis yang tidak normal. Berikut adalah contoh penyebab hiperventilasi.
- Gangguan kecemasan
- Serangan panik atau gangguan panik
- Stres
- Gangguan psikosomatik
- Asma
- Penyakit paru obstruktif kronis
- Penyakit jantung
- Infeksi, seperti sepsis atau pneumonia
- Pembekuan darah
- Gangguan sistem saraf,
- dll.
Gejala Hiperventilasi
Gejala umum yang terjadi saat terkenal hiperventilasi seperti sesak napas, dada terasa penuh atau nyeri, jantung berdetak lebih cepat. Namun, terdapat tanda-tanda lain yaitu.
- Tidak bisa berpikir jernih
- Sulit konsentrasi
- Vertigo
- Keringan dingin
- Lemas
- Sakit kepala
- Mulut kering
- Perut kembung
- Gangguan penglihatan
- Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut
- Kram atau tegang pada otot tangan maupun kaki
Baca Juga: Anti Pikun! Ini Jenis-Jenis Buah yang Bisa Bantu Tingkatkan Daya Ingat
Cara Mengobati Hiperventilasi
Pengobatan hiperventilasi dapat dilakukan berdasarkan penyebabnya, di antaranya adalah.
Pengobatan hiperventilasi yang disebabkan karena kondisi psikis
Ketika hiperventilasi kambuh, terapi mandiri berupa teknik pernapasan dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar karbondioksida dalam darah. Berikut langkah-langkahnya.
- Pegang perut, tepat di bawah tulang rusuk menggunakan satu tangan, dan satu tangan lain untuk memegang dada
- Hirup udara perlahan melalui hidung dan tahan selama beberapa detik
- Embuskan napas secara perlahan melalui bibi yang mengerucut
- Tekan perut secara perlahan, seolah-olah membantu mendorong udara dari perut agar keluar
- Ulangi tahapan di atas sebanyak 3-10 kali atau sampai gejala hiperventilasi mereda.
Pengobatan hiperventilasi akibat kondisi fisik
- Transfusi darah, pemberian suplemen zat besi, vitamin B12, atau asam folat, bila disebabkan oleh anemia
- Pemberian carbimazole atau propylthiouracil, bila disebabkan hipertiroidisme
- Pemberian infus cairan dan insulin, pada hiperventilasi disebabkan oleh ketoasidosis
- Obat-obatan, seperti spironolactone, bisoprolol, atau valsartan, bila hiperventilasi disebabkan oleh gagal jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Makin Tegang! Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Tinggal Ditunggu, Dokumen UTS Insearch Jadi Sorotan
- 2Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan
- 3BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery
- 4Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya
- 5Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi
- 6Geger! Guru ICM Serpong Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Dugaan Child Grooming Terungkap
- 7Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya
- 8Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Drama 120 Menit dan Adu Penalti Akhirnya Putus Kutukan 35 Tahun
- 9Sesko Cedera Lagi, Manchester United Bisa Panik! 3 Striker Ini Berpotensi Jadi Solusi Januari 2027
- 10Dari Bangku Cadangan Jadi Pahlawan! Michael Olise Ungkap Instruksi Zidane yang Bikin Belgia Hancur









