Banten

Kenali Penyakit Hiperventilasi, Kondisi saat Seseorang Bernapas dengan Cepat!

Saiful Anwar | 27 April 2024, 15:47 WIB
Kenali Penyakit Hiperventilasi, Kondisi saat Seseorang Bernapas dengan Cepat!

AKURAT BANTEN - Hiperventilasi atau dikenal dengan pernapasan berlebihan merupakan kondisi saat seseorang mengalami pernapasan yang cepat. Pada kondisi seperti ini, karbon dioksida yang dikeluarkan tubuh lebih banyak dari pada saat kondisi normal.

Karbon dioksida dalam jumlah yang tepat memiliki manfaat untuk tubuh. Hiperventilasi menyebabkan kandungan karbon dioksida dalam tubuh menjadi sedikit. Hal ini akan menyebabkan beberapa keluhan.

Penyakit hiperventilasi biasanya ditandai dengan sesak napas, jantung berdegup kencang, hingga pusing seperti akan pingsan. Penyakit ini bisa terjadi karena stres psikologis atau kondisi medis tertentu.

Melansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan mengenai penyakit hiperventilasi.

Baca Juga: Selebgram Chandrika Chika Minta Maaf usai Terjerat Kasus Narkoba

Penyebab Hiperventilasi

Hiperventilasi terjadi karena beberapa faktor, di antaranya adalah kondisi psikis yang tidak stabil maupun kondisi medis yang tidak normal. Berikut adalah contoh penyebab hiperventilasi.

  • Gangguan kecemasan
  • Serangan panik atau gangguan panik
  • Stres
  • Gangguan psikosomatik
  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis
  • Penyakit jantung
  • Infeksi, seperti sepsis atau pneumonia
  • Pembekuan darah
  • Gangguan sistem saraf,
  • dll.

Gejala Hiperventilasi

Gejala umum yang terjadi saat terkenal hiperventilasi seperti sesak napas, dada terasa penuh atau nyeri, jantung berdetak lebih cepat. Namun, terdapat tanda-tanda lain yaitu.

  • Tidak bisa berpikir jernih
  • Sulit konsentrasi
  • Vertigo
  • Keringan dingin
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Perut kembung
  • Gangguan penglihatan
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut
  • Kram atau tegang pada otot tangan maupun kaki

Baca Juga: Anti Pikun! Ini Jenis-Jenis Buah yang Bisa Bantu Tingkatkan Daya Ingat

Cara Mengobati Hiperventilasi

Pengobatan hiperventilasi dapat dilakukan berdasarkan penyebabnya, di antaranya adalah.

Pengobatan hiperventilasi yang disebabkan karena kondisi psikis

Ketika hiperventilasi kambuh, terapi mandiri berupa teknik pernapasan dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar karbondioksida dalam darah. Berikut langkah-langkahnya.

  • Pegang perut, tepat di bawah tulang rusuk menggunakan satu tangan, dan satu tangan lain untuk memegang dada
  • Hirup udara perlahan melalui hidung dan tahan selama beberapa detik
  • Embuskan napas secara perlahan melalui bibi yang mengerucut
  • Tekan perut secara perlahan, seolah-olah membantu mendorong udara dari perut agar keluar
  • Ulangi tahapan di atas sebanyak 3-10 kali atau sampai gejala hiperventilasi mereda.

Pengobatan hiperventilasi akibat kondisi fisik

  • Transfusi darah, pemberian suplemen zat besi, vitamin B12, atau asam folat, bila disebabkan oleh anemia
  • Pemberian carbimazole atau propylthiouracil, bila disebabkan hipertiroidisme
  • Pemberian infus cairan dan insulin, pada hiperventilasi disebabkan oleh ketoasidosis
  • Obat-obatan, seperti spironolactone, bisoprolol, atau valsartan, bila hiperventilasi disebabkan oleh gagal jantung
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.