Banten

Baru Tau Neh! Pantangan Yang Wajib di Hindari Untuk Pengantin Baru, Supaya Tetap Langgeng

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 4 November 2023, 13:46 WIB
Baru Tau Neh! Pantangan Yang Wajib di Hindari Untuk Pengantin Baru, Supaya Tetap Langgeng

AKURAT BANTEN - Seperti kita ketahui pengantin baru merupakan julukan yang diberikan kepada sepasang insan yang baru saja resmi menikah baik secara agama maupun hukum. Menjadi sepasang pengantin baru berarti keduanya telah melakukan ikrar atau sumpah untuk membangun dan membina rumah tangga baru secara  bersama-sama.

Mengawali masa pengantin baru memang indah, tapi setelah itu bakal ada tahun-tahun pertama penyesuaian yang orang bilang sebenarnya cukup rawan. Lima tahun pertama menikah disebut-sebut menjadi masa paling sering suami istri bertengkar. Kalau tidak bisa menyatukan pendapat, boleh jadi hubungannya akan cepat berakhir.

Padahal pertengkaran itu bisa jadi jalan untuk kamu dan pasangan introspeksi diri. Kamu jadi tahu apa yang dia sukai atau dia benci, begitu pun sebaliknya. Yuk simak uraian tentang sikap apa saja yang perlu kita hindari:

Baca Juga: 2 Pelajar SMK Perkosa Janda Muda di Serang Divonis 1,5 Tahun Penjara

1. Jangan terlalu tinggi berharap: Jangan berharap muluk-muluk pada pasangan di awal pernikahan, sebab kamu mungkin bakal kecewa menemukan kekurangan dia yang baru kamu tahu setelah menikah. Iya sih semua orang berharap pasangannya baik, perhatian, romantis, selalu bilang sayang pas mau tidur dan kasih hadiah manis tiap pekan. Tapi, pernikahan nggak seindah bayangmu.

2. Jangan egois dalam berpendapat: Saat semua keputusan hanya menuruti keinginan satu pihak, itulah yang disebut mendominasi hubungan. Merasa pendapatmu paling benar dan suka menyalahkan pasangan adalah ciri-cirinya. Penting bagi pasangan untuk saling bertukar pikiran dan memahami keinginan masing-masing.

3. Jangan cepat tersinggung: Menyikapi karakter pasangan yang berbeda memang gampang-gampang susah. Fase penyesuaian pun bisa berjalan lambat kalau kamu dan dia nggak punya tekad kuat untuk berubah. Makanya, kamu jangan gampang ngambek, sebab masa ini memang bakal dilalui setiap pasangan. Lama-lama dia bakal belajar lebih baik kok demi kamu.

Baca Juga: Belum Ada Kerugian Negara, Jaksa Paksakan Kasus Proyek BTS 4G Bakti Kominfo

4. Jangan cemburuan: Karena merasa sudah sah memiliki, banyak juga pasangan yang pada akhirnya over protective. Batasilah sewajarnya, jangan terlalu mengekang pasangan. Bicarakan baik-baik, sebab belajar berpindah dari dunia lajangnya yang bebas ke dunia pernikahan itu butuh waktu dan proses.

5. Jangan bertengkar saat capek dan lapar: Awal pernikahan jadi masa di mana cekcok sering bermula, sebab menyesuaikan dua karakter berbeda memang butuh proses. Tapi, sebisa mungkin kamu harus belajar meredam emosi untuk mengungkapnya di waktu yang tepat. Jangan abaikan rasa lelah dan perut lapar, bertengkar dalam kondisi ini akibatnya bisa fatal.

6. Jangan merasa paling berat tanggungjawabnya: Pasangan baru menikah belum terbiasa dengan tanggung jawab rumah tangga yang bebannya mungkin terasa berat. Istri merasa pekerjaan suaminya di luar lebih menyenangkan daripada tugas-tugasnya di rumah, begitu pun anggapan suami pada peran istri. Padahal suami istri adalah dua pilar penting yang menopang rumah tangga, tanpa peran salah satunya, robohlah rumah tangga itu.

Baca Juga: Jokowi Bolehkan Prajurit TNI dan Polri Duduki Jabatan Sipil, Dwi Fungsi ABRI Gaya Baru?

7. Jangan membuka aib keluarga kepada orang lain: Hal inilah yang bisa bikin kamu menyesal. Orang-orang sudah terlanjur tahu keburukan pasanganmu, padahal kamu mulai merasakan perubahannya yang lebih baik seiring waktu. Kata-katamu nggak bisa ditarik ulang. Saat itu mungkin kamu sedang kesal, tapi menjelekkan pasangan di depan orang lain bukan cara yang bijak.

Kesimpulannya: pernikahan bukan akhir penyatuan cinta, tapi awal dari perjuangan mempertahankan cinta. Sudah tahu kan sikap apa saja yang perlu kamu jauhi setelah menikah? Semoga Sakinah Mawaddah Warohmah, ya!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.