KOPI LESEHAN 005: SEPATU KULIT TERTUA di Dunia Berusia 5500 TAHUN

AKURAT BANTEN - Penulis hari ini berkesempatan mengantar istri dan anak di salah satu tempat wisata favorit yang berada di Provinsi Banten, Perjalanan normal butuh waktu tiga jam, Karena sekarang hari libur mungkin akan terjadi kemacetan tentunya kami mempersiapkan banyak hal untuk kebutuhan diperjalanan.
Seperti kita ketahui Banten memiliki banyak tempat wisata untuk liburan keluarga dengan berbagai konsep wisata yang di tawarkan, Seperti Arung Jeram, Rock climbing, dan wisata Religi seperti yang pernah ditulis oleh Budi Purnama salah satu Jurnalis di Media Akurat Banten dengan judul:
"Mengenal 17 Gedung Bersejarah di Kota Rangkasbitung Lewat Kegiatan Telusur Jejak Kota dan Sejarah".
Baca Juga: Mengenal 17 Gedung Bersejarah di Kota Rangkasbitung Lewat Kegiatan Telusur Jejak Kota dan Sejarah
Alhamdulillah kami sampai ditempat yang kami tuju, Wow cukup rame pengunjung Pantai Anyer hari ini, mungkin karena musim panas yang sangat menyengat atau mungkin karena kebetulan saja tapi kenyataannya memang Pantai Anyer selalu rame di kunjungi masyarakat, Mungkin karena gratis ya ? Heheheh...!
Penulis dan keluarga langsung menuju pantai dan melihat serunya ombak yang saling berkejaran, saling menggulung disertai desiran angin pantai yang cukup menyegarkan.
Oh ya... Penulis lupa lagi neh, maklum dah tueng... di perjalanan tadi sempat di telepon ponakan, ngasi kabar klo dia akan menyusul kesini.
Singkat cerita, Ternyata dia membawa temannya yang pernah kuliah di Universitas yang sama tapi beda jurusan, sekarang dia sudah kerja sebagai Konsultan sejarah dan peneliti di BUMN. Sebut saja ponakan bernama Mas Agung dan temannya bernama Kang Ade orang asli Lebak.
Kami bercerita panjang kali lebar sesekali diselipkan canda ringan dari Kang Ade, Ternyata humoris juga ya?
Kita fokus saja pada masalah penemuan "SEPATU KULIT TERTUA" dasarnya ahli sejarah, tentu Lancar dan sangat detail penyampaiannya... ga pake titik koma dah... mungkin karena bidang dia kali ya ? Sesekali Kang Ade meraih secangkir kopi hangat dan sedikit membetulkan posisi duduknya, asap rokok filter yang tinggal setengah itu kembali mengepulkan asap ketika di hembuskan dari bibir hitamnya hmmm... terasa nikmat sekali, kemudian dia pun kembali bercerita sampai tuntas.
Tidak terasa sudah pukul 17.00 Matahari sudah condong kebarat turun perlahan, Mungkin dia lelah berjalan dari arah timur menuju barat, sebentar lagi akan menyelinap dibalik bukit seberang lautan, Angin pun tidak lagi seperti menghempas, tapi seperti berbisik pelan seolah ia memberi tau klo malam dah jelang, Saatnya harus pulang.
Sepakat, kami bersama OTW back to home.
Sampai dirumah, penulis langsung merangkum semua yang di ingat tentang "SEPATU KULIT PALING TUA di DUNIA" Nah, begini ceritanya Check it out!
"Sepatu kulit adalah sepatu yang terbuat dari kulit hewan. Sepatu kulit sudah dikenal sejak zaman pertama kali manusia ada di Bumi. Manusia membutuhkan alas kaki karena telapak kaki manusia tidak sekuat telapak kaki hewan" (sumber: Wikipedia)
Sepatu kulit tertua telah ditemukan para arkeolog di sebuah gua tepatnya di Negara Armenia.
Diperkirakan berusia 5500 tahun, sepatu dari kulit sapi itu lebih tua 400 tahun dari usia monumen Stonehenge dan 1000 tahun lebih tua dari Piramid Giza, Sepatu itu dibuat menggunakan satu lembar kulit dan dibuat sesuai dengan ukuran pemakainya.
Penemuan yang di Armenia tenggara ini telah diumumkan pada jurnal Plos One.
Sepatu itu ketika ditemukan didalamnya di penuhi jerami, sehingga para arkeolog berbeda pendapat untuk menentukan apakah jerami itu dimasukkan agar kaki tetap hangat atau untuk menjaga agar sepatu tetap terjaga bentuknya.
Mereka juga tidak yakin apakah sepatu itu dipakai perempuan atau laki-laki. Ukurannya relatif kecil, sekitar ukuran 5 untuk perempuan Inggris atau ukuran 38 untuk sepatu di Indonesia.
Sepatu tersebut ditemukan di Gua Areni provinsi Vayotz Dzor, dekat perbatasan Turki dan Iran.
Para arkeolog mengatakan bahwa sepatu itu masih utuh dan terawat dengan baik, tidak lain dikarenakan suhu yang sejuk namun tidak lembab serta lantai gua terlapisi kotoran domba yang cukup tebal.
"Lapisan kotoran itu menjadi semacam penyumbat udara yang berlebihan dan menjaga keutuhan sepatu itu selama beribu-ribu tahun"
''Kami awalnya berpikir sepatu maupun berbagai benda yang ada di dalam gua berumur sekitar 700an tahun karena kondisinya yang luar biasa bagus" kata Dr Ron Pinhasi dari Universitas College Cork di Irlandia salah satu dari tim Arkeolog tersebut"
''Hanya sesudah di teliti menggunakan pendataan karbon di Oxford dan Kalifornia kami temukan bahwa sepatu itu lebih tua dari sepatu yang dikenakan manusia es Oetzi"
Beberapa benda lain yang di temukan di dalam gua tersebut diantaranya benda semacam gentong besar yang menjadi tempat untuk menaruh bahan makanan seperti gandum dan buah-buahan dan juga sendal jepit.
Nah, itulah cerita Kang Ade hari ini, Semoga bermanfaat.
Ikuti terus serial berikutnya di KOPI LESEHAN 006 pastinya akan makin seru!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





