Banten

Cilegon Terendam! Tanggul Cibeber Jebol Jadi Biang Kerok, Ribuan Warga Terdampak

Saeful Anwar | 13 Januari 2026, 08:00 WIB
Cilegon Terendam! Tanggul Cibeber Jebol Jadi Biang Kerok, Ribuan Warga Terdampak

 

AKURAT BANTEN– Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon sejak dini hari tidak hanya menyisakan genangan, tetapi juga duka bagi ratusan kepala keluarga.

Kali ini, penyebab utama banjir bandang yang melumpuhkan sejumlah wilayah bukan sekadar drainase yang buruk, melainkan jebolnya Tanggul Cibeber yang tak kuasa menahan debit air yang meningkat drastis.

Baca Juga: Iuran BPJS Mandiri Terasa Berat? Begini Cara Pindah ke PBI Agar Gratis Selamanya!

Kronologi Petaka di Balik Jebolnya Tanggul

Banjir mulai merangsek ke pemukiman warga saat sebagian besar masyarakat masih terlelap.

Tanggul yang berlokasi di wilayah Cibeber dilaporkan mengalami keretakan sebelum akhirnya jebol total.

Akibatnya, jutaan kubik air sungai meluap langsung ke jalan raya dan masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 50 cm hingga lebih dari satu meter.

Baca Juga: ‘Nggak Tahu Malu Dan Ndableg!’ – Amarah Prabowo Meledak, Ultimatum Bos BUMN Rugi yang Masih Minta Bonus

Wilayah Terdampak Parah

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik yang mengalami dampak paling signifikan meliputi:

Kecamatan Cibeber: Menjadi wilayah paling terdampak karena berdekatan langsung dengan titik jebolnya tanggul.

Jalan Protokol: Akses transportasi sempat lumpuh total, menghambat aktivitas ekonomi dan mobilisasi warga.

Pemukiman Padat Penduduk: Banyak perabotan rumah tangga dan kendaraan bermotor yang tidak sempat diselamatkan warga karena air datang begitu cepat.

Baca Juga: Nasib Nakes PPPK di Ujung Tanduk: Setelah Guru, Kini Giliran Tenaga Kesehatan Diputus Kontrak?

Mengapa Terjadi

Jebolnya Tanggul Cibeber menjadi sinyal merah bagi infrastruktur di Kota Baja.

Ada dua faktor krusial yang perlu disoroti:

Cuaca Ekstrem: Curah hujan yang melampaui kapasitas normal membuat beban tekanan pada dinding tanggul meningkat berkali-kali lipat.

Kondisi Infrastruktur: Insiden ini memicu pertanyaan besar mengenai pemeliharaan rutin tanggul.

Apakah ada pembiaran terhadap retakan kecil sebelumnya? Ataukah spesifikasi tanggul memang sudah tidak memadai untuk menghadapi perubahan iklim saat ini?

"Kami tidak menyangka air akan setinggi ini. Biasanya hanya genangan kecil, tapi kali ini air seperti tumpah dari sungai karena tanggulnya hancur," ujar salah satu warga terdampak di Cibeber.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Intensifkan Penyelidikan Teror DJ Donny, Belasan Saksi Dimintai Keterangan

Langkah Darurat Pemerintah

Pihak BPBD Kota Cilegon beserta unsur TNI/Polri telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi, terutama bagi lansia dan anak-anak.

Fokus utama saat ini adalah:

Penyaluran bantuan logistik dan pendirian posko pengungsian.

Pemasangan tanggul darurat menggunakan kantong pasir (sandbags) untuk mencegah luapan air susulan.

Pembersihan sisa lumpur dan sampah yang terbawa arus.

Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan susulan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah Kota Cilegon didesak untuk segera melakukan audit total terhadap seluruh tanggul dan drainase di titik-titik rawan agar kejadian serupa tidak terulang kembali (**). 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman