Mitos atau Fakta: Kejatuhan Cicak Pertanda Membawa Sial

AKURAT BANTEN - Kejatuhan cicak biasanya dikaitkan dengan hal buruk. Dalam berbagai hal dan kepercayaan, bahwa cicak dianggap sebagai hewan yang memiliki energi negatif kepada manusia. Oleh karena itu, jika cicak jatuh di bagian kepala seseorang, maka orang tersebut akan mengalami nasib sial.
Benarkah demikian ? Cecak atau cicak adalah hewan bertulang belakang reptil yang biasa merayap di dinding atau tembok.
Cicak berwarna abu-abu, akan tetapi ada pula yang berwarna coklat kehitam-hitaman. Cicak biasanya berukuran sekitar 10 centimeter.
Mitos kejatuhan cicak adalah kepercayaan yang telah ada sejak zaman dahulu kala di masyarakat Indonesia.
Hal ini merupakan sebuah kepercayaan yang berkembang bahwa jika seseorang melihat cicak jatuh dari atap atau plafon maka itu merupakan pertanda baik atau buruk yang akan segera terjadi.
- Baca Juga: Mitos atau Fakta: Gadis Duduk Didepan Pintu Akan Sulit Mendapatkan Jodoh
- Baca Juga: Bukan Mitos ini Fakta Ilmiah, Makan Buah Durian Efektif untuk Meningkatkan Mood, Yuk, Simak!
- Baca Juga: Mitos Meninggal di Hari Sabtu: Apakah Akan Membawa Pertanda Buruk? Berikut Penjelasannya
Arti Kejatuhan Cicak Versi Primbon
Menurut versi Primbon, kejatuhan cicak dapat diartikan sebagai pertanda yang meramalkan berbagai hal dalam kehidupan seseorang.
Kejatuhan cicak di tangan kanan dianggap sebagai pertanda baik, bisa jadi akan mendapatkan rezeki atau keberuntungan dalam waktu dekat.
Kejatuhan cicak di tangan kiri dianggap sebagai pertanda buruk, bisa jadi akan mengalami kesialan atau rintangan dalam mencapai tujuan.
Selain itu, kejatuhan cicak bisa diartikan sebagai pertanda datangnya tamu, baik dalam bentuk kejutan menyenangkan maupun kehadiran seseorang yang sudah lama dinantikan.
Namun, penting untuk diingat bahwa tak semua orang percaya dengan ramalan primbon dan kejatuhan cicak.
Hal ini hanya sekadar kepercayaan atau mitos yang turun-temurun dari nenek moyang.
Meski begitu, banyak orang yang masih menganggap kejatuhan cicak sebagai pertanda dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Walaupun hanya mitos, kejatuhan cicak versi primbon tetap menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan dan dipercayai oleh sebagian masyarakat.
Lantas bagaimana Islam memandang tentang kejatuhan cicak ini?
Percaya akan hal mitos seperti ini dalam Islam disebut dengan Thiyaroh.
Namun, sebagai seorang muslim ada baiknya untuk tidak percaya dengan hal-hal seperti ini.
Hal ini pun disampaikan dalam salah satu hadits Bukhari yang berbunyi,
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda,
“Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim 'alaihissalam.” (HR. Bukhari, no. 3359)
Dalam pandangan Islam, kejatuhan cicak tidak memiliki konotasi khusus atau makna religius.
Tidak ada dasar dalam agama Islam yang secara khusus mengaitkan kejatuhan cicak dengan makna tertentu.
- Baca Juga: 4 Ciri-ciri Warteg Diduga Menggunakan Pesugihan Jin Penglaris, Kata Kang Sudiro
- Baca Juga: Kisah Seorang Perias yang Meninggal Dunia Sangat Tragis, akibat Pesugihan Bedak Ayu
- Baca Juga: Ini Ciri-ciri Orang Yang Melakukan Pesugihan Babi Ngepet, Apa Saja? yuk, simak Sob!
Ajaran Islam didasarkan pada Al-Quran dan Hadis, dan tidak ada rujukan langsung terkait mitos kejatuhan cicak.
Oleh karena itu, klaim atau keyakinan bahwa kejatuhan cicak memiliki signifikansi khusus dalam Islam tidak memiliki dasar agama yang kuat.
Menurut Islam, percaya dengan mitos kejatuhan cicak adalah salah satu bentuk tathayyur, yaitu percaya kepada hal-hal yang tidak berdasarkan dalil syar'i, seperti angka sial, hari sial, atau binatang sial.
Tathayyur termasuk dosa syirik, karena mengaitkan sesuatu dengan nasib atau takdir selain Allah. Rasulullah SAW bersabda;
"Tidak ada tathayyur, tidak ada thiyarah (burung gagak), dan tidak ada hamah (percaya kepada burung)".
Oleh karena itu, umat muslim tidak boleh mempercayai mitos kejatuhan cicak secara serius.
Umat Islam harus berserah diri kepada Allah dan memohon perlindunganNya dari segala keburukan.
Umat Islam juga harus berusaha untuk membersihkan diri dari najis yang mungkin menempel akibat kejatuhan cicak.
Tidak perlu khawatir atau takut akan hal-hal yang tidak pasti, karena Allah Maha mengetahui segala sesuatu. Semoga Allah melindungi kita dari syirik dan kesesatan.
Mitos kejatuhan cicak adalah salah satu keyakinan populer yang telah melintasi berbagai budaya dan turun-temurun di masyarakat.
Banyak orang percaya bahwa kejatuhan cicak dapat membawa berbagai makna atau pertanda.
Mitos ini bervariasi di berbagai tempat, tetapi umumnya dianggap sebagai pertanda baik atau buruk, tergantung pada situasi atau keadaan saat cicak jatuh.
Beberapa bahkan meyakini bahwa jumlah kaki cicak yang masih utuh setelah jatuh dapat menentukan apakah peristiwa yang akan terjadi bersifat positif atau negatif.
Jadi, kejatuhan cicak pertanda membawa sial adalah mitos belaka.
Tidak ada fakta yang merupakan kajian ilmiah tentang nasib bagi seseorang yang mengalami kejatuhan cicak, akan berubah nasibnya. Wallahu ‘alam (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










