Banten

Sejarah Singkat G30S/PKI dan Lengsernya Soekarno

Diana Aslamiyyah | 29 September 2023, 14:04 WIB
Sejarah Singkat G30S/PKI dan Lengsernya Soekarno

AKURAT BANTEN - Sebuah pengkhianatan dialami bangsa Indonesia, pada 30 September 1965. Peristiwa itu dikenal dengan Gerakan 30 September (G30S).

Peristiwa itu menimbulkan duka dan trauma mendalam. Dalang peristiwa itu disebut-sebut didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Selanjutnya, peristiwa ini disebut dengan G30S/PKI. Peristiwa G30S/PKI sendiri terjadi pada malam hari, saat pergantian tanggal dari 30 September ke 1 Oktober 1965. 

Baca jugaPemkab Lebak Gelontorkan Rp 14,9 Miliar Untuk 24 Titik Proyek SPAM

Gerakan ini melibatkan tentara dari Pasukan Cakrabirawa. Gerakan ini bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno. 

Gerakan 30 September bergerak atas satu komando yang dipimpin oleh Komandan Batalyon I Cakrabirawa, Letnan Kolonel Untung Syamsuri. Gerakan ini dimulai dari Jakarta dan Yogyakarta. Gerakan ini mengincar Dewan Jendral dan Perwira Tinggi.

Awal mula gerakan ini hanya bermaksud menculik dan membawa para jenderal dan perwira tinggi ke Lubang Buaya.

Namun, ada beberapa prajurit Cakrabirawa yang memutuskan untuk membunuh Dewan Jendral dan perwira tinggi.

Jenderal yang dibantai itu di antaranya adalah Jenderal Ahmad Yani dan Karel Satsuit Tubun. Sisa Jenderal dan perwira tinggi meninggal dunia secara perlahan karena luka penyiksaan di Lubang Buaya.

Baca jugaKecelakaan Maut, Pemotor Wanita Meninggal Dunia Tertabrak Truk Trailer di Karawaci Tangerang

Berikut daftar korban tewas dalam gerakan 30 September 1965 tersebut: 

-Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani (Meninggal Dunia di rumahnya, Jakarta Pusat. Rumahnya sekarang menjadi Museum Sasmita Loka Ahmad Yani)
-Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
-Mayor Jendral Raden Soeprapto
-Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
-Mayor Jendral Siswondo Parman
-Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun (Meninggal dunia di rumahnya)
-Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
-Kolonel Katamso Darmokusumo (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
-Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
-Ade Irma Suryani Nasution (Putri Abdul Haris Nasution, meninggal di kejadian ini)
-Kapten Lettu Pierre Andreas Tendean (Meninggal di kediaman Jendral Abdul Haris Nasution). 

Baca juga: Badak Bercula Satu Banyak yang Hilang, Brimob Bersenjata Lengkap Diterjunkan ke Taman Nasional Ujung Kulon

Akibat peristiwa itu, terjadi pembantaian besar-besaran terhadap massa pendukung dan anggota PKI di seluruh Jawa. Tidak hanya massa PKI, banyak pendukung Soekarno juga dibunuh. 

Jumlah korban pembunuhan ini mencapai 500.000 hingga 3 juta jiwa.

Tidak hanya itu, PKI akhirnya dibubarkan dan Soekarno lengser dari jabatan Presiden digantikan oleh Soeharto dengan bekal Surat Perintah 11 Maret 1966. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.