Sejarah KORUPSI di DUNIA dan Daftar Pelakunya! Mantan PRESIDEN SOEHARTO Termasuk

AKURAT BANTEN - Perilaku korupsi merupakan tindakan yang bisa memberi pengaruh buruk secara langsung pada negara dan masyarakat.
Pertama, merugikan keuangan negara, melambatnya pertumbuhan ekonomi negara, menurunnya investasi, meningkatnya kemiskinan, meningkatnya ketimpangan pendapatan, dan menurunkan tingkat kebahagiaan masyarakat di suatu negara.
Praktik korupsi sudah dikenal sejak dinasti Mesir kuno dan setiap negara di seluruh dunia praktik semacam ini makin marak terjadi walaupun undang-undang korupsi sudah menerapkan hukuman yang sangat berat kepada pelakunya.
Baca juga: Kejagung Sebut Kerugian Negara akibat Korupsi Tol Japek II Capai Rp1,5 T
Definisi korupsi menurut kamus Oxford adalah: Perilaku tidak jujur atau curang yang dilakukan oleh mereka yang berkuasa, biasanya melibatkan suap.
Korupsi berasal dari bahasa Latin: corruptus, berakar dari kata corrumpere yang berarti suap.
Perilaku korupsi setara sejarah munculnya peradaban manusia dimuka bumi.
Dinasti Pertama Mesir Kuno (3100-2700 SM) telah menerapkan undang-undang korupsi untuk menjerat para koruptor, seperti dikutip dari The Conversation.
Dalam mitologi Cina, memang praktik korupsi sedikit unik, di mana setiap rumah tangga memiliki Dewa Dapur yang mengawasi kelakuan anggotanya.
Sepekan sebelum Tahun Baru Imlek, Dewa Dapur ini naik ke surga untuk menyerahkan laporan tahunan kepada Penguasa Surga yaitu Kaisar Jade.
Untuk menentukan apakah nasib rumah tangga akan dihukum atau diberi berkat, tergantung dari laporan tersebut. Supaya mendapatkan laporan yang bagus, rumah tangga mengolesi kue gula dan madu ke gambar Dewa dapur di dalam rumah mereka sebelum membakar gambar tersebut.
Baca juga: JEJAK GAJAH MADA dan ISLAM di Tanah BIMA Yang Belum Terungkap
Korupsi juga ditemukan dalam sejarah Yunani kuno. Sejarawan Yunani, Herodotus menyampaikan keluarga Alcmaeonid menyuap Pendeta Oracle dari Delphi, salah satu kekuatan mistik paling kuat dari Yunani kuno.
Sejak 1400 SM, orang-orang di seluruh Yunani dan sekitarnya datang mengajukan pertanyaan ke Pythia, pendeta tinggi Apollo.
Keluarga Alcmaeonid yang kaya menawarkan untuk membangun kembali Kuil Apollo dengan "marmer Parian" setelah dihancurkan oleh gempa bumi. Sebagai imbalannya, Pythia meyakinkan negara bangsa Sparta untuk membantu keluarga tersebut menaklukkan dan memerintah Athena.
Aristoteles mencatat dalam satu tulisannya, bahkan dewa pun bisa disuap.
Korupsi di Dunia Modern
Ketika perekonomian global meningkat signifikan selama abad ke-20, kasus korupsi juga semakin meluas.
Korupsi di zaman modern, terjadi di semua tingkatan masyarakat mulai dari pegawai negeri tingkat rendah yang menerima suap jumlah kecil sampai pemimpin nasional yang mencuri uang rakyat sampai jutaan dolar.
Baca juga: PAUS SPERMA Spesies yang Dilindungi, di LAMALERA NTT Boleh Diburu
Sejumlah skandal kasus korupsi besar pemimpin dunia juga tercatat sejarah. Transparency International memperkirakan :
- Mantan presiden Indonesia Soeharto korupsi mulai dari USD15 miliar hingga USD35 miliar.
- Ferdinand Marcos dari Filipina,
- Mobutu Sese Seko dari Zaire dan
- Sani Abacha dari Nigeria mungkin masing-masing menggelapkan uang negara sebesar USD5 miliar.
- Jacob Zuma Afrika Selatan dilengserkan dari kursi kepresidenan karena didakwa korupsi.
- Park Geun-hye pada 2017 dimakzulkan sebagai Presiden Korea Selatan karena dakwaan suap dan kasus lainnya, 2018 Park Geun-hye diputuskan bersalah atas penyalahgunaan kekuasaan dan suap dihukum 24 tahun penjara.
Kasus mega korupsi besar-besaran setelah berakhirnya era kepemimpinan Suharto, yang terjadi di Indonesia dan mengakibatkan kerugian negara oleh beberapa oknum koruptor serta nyaris membuat keuangan negara hancur.
Adapun 4 kasus mega korupsi di Indonesia antara lain :
1. Surya Darmadi melakukan pencucian uang dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 78 triliun,
2. Mega korupsi Asabri dengan nilai Rp 23 triliun.
3. Jiwasraya dengan kerugian negara masing-masing Rp 17 triliun.
4. Penyelewengan dana BLBI yang mencapai Rp 138 triliun berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Agustus 2000.
Saat ini korupsi merajalela dan telah menjadi gaya hidup di beberapa negara. Transparency International (TI) melaporkan, dua pertiga orang Bangladesh dan lebih dari separuh orang India membayar suap selama 12 bulan sebelumnya.
Kemudian dilaporkan secara global satu dari empat orang telah membayar suap dalam 12 bulan sebelumnya untuk mengakses layanan publik.
Hampir 57 persen orang di seluruh dunia merasa pemerintahnya telah melakukan kesalahan dalam memerangi korupsi. Hanya 30 persen yang menganggap pemerintah mereka baik-baik saja.
Studi TI lainnya menunjukkan secara global bahwa sekitar sepertiga orang menganggap presiden, perdana menteri, pejabat pemerintah pusat dan daerah, eksekutif bisnis, perwakilan terpilih, dan petugas kepolisian adalah pelaku korupsi.
Petugas polisi paling korup di dunia adalah:
- Negara Afrika Sub-Sahara 47%
- Negara Asia Pasifik 39%
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Gibran? Prabowo Disebut Punya 4 Kandidat Cawapres, Ada Nama Mengejutkan
- 2Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 3Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 4Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pramono Anung Buka Suara, 'Ada Pesan Penting untuk Pemerintah'
- 6Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Dokumen Pendidikan Gibran, Ada Keterangan yang Dipertanyakan
- 7Langit Malam 14 September Bikin Geger, Bulan dan Venus Ternyata Punya 'Pertunjukan' Khusus
- 8Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 9Roy Suryo Minta Rp206 Juta, Hakim Cuma Beri Rp5 Juta! Responsnya Bikin Kaget
- 10Life Jacket Bertuliskan KM Samudera Pratama Ditemukan di Selat Sunda




