Sejarah Kedatangan Etnis Tionghoa pada Abad ke 17 yang Kini Dikenal China Benteng

AKURAT BANTEN - Orang Tionghoa Benteng atau lebih dikenal dengan sebutan China Benteng, adalah panggilan yang mengacu kepada masyarakat keturunan Tionghoa di Tangerang, Banten.
Nama "Tionghoa Benteng" itu berasal dari nama lama orang Tionghoa yang berada di Kota Tangerang.
Saat ini terdapat sebuah benteng Belanda, di Kota Tangerang, di pinggir Sungai Cisadane, difungsikan sebagai pos pengamanan mencegah serangan dari Kesultanan Banten.
Baca juga: Warga Puri Anggrek Serang Mengadu ke Wali Kota, Minta Tempat Hiburan Malam Ditutup
Benteng ini merupakan benteng terdepan pertahanan Belanda di Pulau Jawa.
Masyarakat Tionghoa Benteng telah beberapa generasi tinggal di Tangerang yang kini telah berkembang menjadi tiga kota/kabupaten yaitu, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Mereka adalah komunitas Tionghoa peranakan terbesar di Indonesia. Setelah masa peralihan 1945-1950, banyak dari mereka yang akhirnya eksodus ke Belanda dan Amerika Serikat.
Saat itu, terdapat sebuah benteng Belanda di Kota Tangerang di pinggir Sungai Cisadane.
Cina Benteng tidak seperti etnis Tionghoa kebanyakan yang digambarkan sebagai orang kaya dengan kulit putih bermata sipit.
Justru etnis Tionghoa Cina Benteng yang tinggal di Kota dan Kabupaten Tangerang hidup sederhana, seperti kebanyakan masyarakat setempat dan berkulit kecoklatan.
Menurut catatan kitab sejarah Sunda ‘Tina Layang Parahyang’ keberadaan etnis Tionghoa di Tangerang dan Batavia sudah ada sejak 1407.
Baca juga: Hasbi Asyidiki Jayabaya Tepis Isu Mundur dari PDI Perjuangan dan Nyaleg dari Partai Lain
Dalam kitab Tina Layang Parahyang menceritakan mendaratnya rombongan pertama orang-orang etnis Tionghoa yang dipimpin Tjen Tjie Lung alias Halung.
Rombongan pertama etnis Tionghoa mendarat di muara Sungai Cisadane yang saat ini berubah nama menjadi Teluk Naga.
Kedatangan etnis Tionghoa di Tangerang diketahui sudah ada jauh sebelum abad ke-16. Menurut Cornelis de Houtman, seorang penjelajah Belanda pertama yang mendarat di Jawa pada 1595, menemukan permukiman tua Tionghoa di sekitar Banten.
Dikutip dari berbagai sumber, meski begitu, catatan sejarah belum menunjukkan kedatangan massal pendatang Tionghoa yang bekerja sebagai buruh atau petani pada abad ke-17.
Etnis Tionghoa dibawa oleh pemerintah Belanda saat VOC untuk diperkerjakan di perkebunan di Tangerang.
Pemerintah kolonial menerapkan kebijakan lain dibandingkan penguasa Banten sebelumnya, yakni membuat pemukiman khusus imigran Tionghoa yang dipetakan di sekitar Tangerang yaitu di sekitar Tegal Pasir, tepi Sungai Cisadane.
Baca juga: 2 Pengedar Sabu di Kota Serang Ngaku Dibayar Rp30 Juta Tiap Transaksi 500 Gram
Sejarah mencatat, hampir tidak adanya perempuan di pemukiman membuat pendatang Tionghoa menikah dengan perempuan pribumi.
Pada rentang waktu sampai sekarang tidaklah heran jika pembauran dan pembaharuan sudah banyak terjadi dengan masyarakat setempat.
Pada perkembangannya, mereka menyebar ke berbagai wilayah di sekitar Tangerang. Etnis Tionghoa pada saat itu ada yang menikahi perempuan pribumi antara lain dengan etnis Sunda (Jawa Barat) dan Betawi (Jakarta).
Pada saat itu etnis Tionghoa yang menikahi Betawi dan Sunda banyak yang memeluk Islam. Sehingga etnis Tionghoa yang menikahi pribumi menjadi asal-usul etnis Tionghoa di Tangerang, Banten yang disebut China Benteng.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik






