Banten

Wajib Tahu! Ini Peninggalan RA Kartini yang Masih Ada hingga Saat Ini

Saiful Anwar | 21 April 2024, 13:02 WIB
Wajib Tahu! Ini Peninggalan RA Kartini yang Masih Ada hingga Saat Ini

AKURAT BANTEN - Pahlwan perempuan Indonesia, Raden Ajeng Kartini sangat berjasa bagi para perempuan di Indonesia. Pasalnya ia telah memperjuangkan hak-hak perempuan dan menginspirasi kaum pergerakan kesetaraan gender.

Sebagai penghormatan atas jasanya di masa lampau, tanggal kelahiran Kartini yakni 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Kartini berasal dari keluarga bangsawan keturunan Jawa dan anak seorang kyai di Jepara.

Selama hidupnya, Kartini banyak menyunbangkan pemikiran-pemikiran melalui tulisannya. Hingga hari ini, nama dan karya-karya Kartini masih dikenang oleh bangsa Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Kehidupan RA Kartini yang Patut Diteladani bagi Perempuan di Indonesia!

Berikut penginggalan R.A. Kartini yang masih ada hingga saat ini.

Peninggalan R.A. Kartini

Buku "Habis Gelap Terbitlah Terang"

Peninggalan R.A. Kartini yang masih ada hingga saat ini adalah buku karangannya yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang". Buku tersebut berisi kumpulan 53 surat yang tertulis Kartini untuk sahabatnya orang Belanda, yakni Rosa Abendanon.

Surat-surat tersebut dikumpulkan JH Abendanon dan diterbitkan menjadi buku pertama kali pada 1911 berjudul Door Duisternis Tot Licht. Dalam buku tersebut, banyak pemikiran Kartini yang mengkritisi kondisi sosial yang ditemui di sekitar, khususnya terhadap posisi perempuan dalam struktur sosial masyarakat kala itu.

Lagu berjudul "Ibu Kita Kartini"

Lagu Ibu Kita Kartini merupakan peninggalan dari R.A. Kartini yang masih sangat lekat dengan masyarakat Indonesia. Lagu ini diciptakan oleg W.R. Supratman yang terinspirasi setelah meliput Kongres Wanita Indonesia I di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik DIbalik Lagu Ibu Kita Kartini, Kamu Harus Tahu!

Museum Kartini

Untuk melihat banyaknya peninggalan dari R.A. Kartini dapat mengunjungi Museum Kartini yang berlokasi di Jepara, Jawa Tengah. 

Museum Kartini pertama kali didirakan oleh Bupati Jepara saat itu, yakni Suwarno Djojo Marwodo pada 30 Maret 1975.

Bangunan ini menyimpan benda-benda peninggalan RA Kartini dan kakaknya, RMP Sosrokartono. Museum ini terbagi empat ruangan besar. Ruang I berisi benda-benda dan foto Kartini semasa hidupnya, sedangkan Ruang II menyimpan barang-barang peninggalan Sosrokartono. 

Sementara, Ruang III berisi benda-benda purbakala yang ditemukan di Jepara, seperti arkeologi dan keramik. Lalu, ruang ini juga menyimpan hasil kerajinan Jepara, seperti ukir-ukiran, batik troso, anyaman bambu dan rotan. Terakhir, Ruang IV berisi tulang ikan raksasa Joko Tuwo sepanjang 16 meter yang ditemukan di perairan Kepulauan Karimun Jawa pada April 1989.

 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.