Wajib Tahu! Ini Peninggalan RA Kartini yang Masih Ada hingga Saat Ini

AKURAT BANTEN - Pahlwan perempuan Indonesia, Raden Ajeng Kartini sangat berjasa bagi para perempuan di Indonesia. Pasalnya ia telah memperjuangkan hak-hak perempuan dan menginspirasi kaum pergerakan kesetaraan gender.
Sebagai penghormatan atas jasanya di masa lampau, tanggal kelahiran Kartini yakni 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Kartini berasal dari keluarga bangsawan keturunan Jawa dan anak seorang kyai di Jepara.
Selama hidupnya, Kartini banyak menyunbangkan pemikiran-pemikiran melalui tulisannya. Hingga hari ini, nama dan karya-karya Kartini masih dikenang oleh bangsa Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Kehidupan RA Kartini yang Patut Diteladani bagi Perempuan di Indonesia!
Berikut penginggalan R.A. Kartini yang masih ada hingga saat ini.
Peninggalan R.A. Kartini
Buku "Habis Gelap Terbitlah Terang"
Peninggalan R.A. Kartini yang masih ada hingga saat ini adalah buku karangannya yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang". Buku tersebut berisi kumpulan 53 surat yang tertulis Kartini untuk sahabatnya orang Belanda, yakni Rosa Abendanon.
Surat-surat tersebut dikumpulkan JH Abendanon dan diterbitkan menjadi buku pertama kali pada 1911 berjudul Door Duisternis Tot Licht. Dalam buku tersebut, banyak pemikiran Kartini yang mengkritisi kondisi sosial yang ditemui di sekitar, khususnya terhadap posisi perempuan dalam struktur sosial masyarakat kala itu.
Lagu berjudul "Ibu Kita Kartini"
Lagu Ibu Kita Kartini merupakan peninggalan dari R.A. Kartini yang masih sangat lekat dengan masyarakat Indonesia. Lagu ini diciptakan oleg W.R. Supratman yang terinspirasi setelah meliput Kongres Wanita Indonesia I di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik DIbalik Lagu Ibu Kita Kartini, Kamu Harus Tahu!
Museum Kartini
Untuk melihat banyaknya peninggalan dari R.A. Kartini dapat mengunjungi Museum Kartini yang berlokasi di Jepara, Jawa Tengah.
Museum Kartini pertama kali didirakan oleh Bupati Jepara saat itu, yakni Suwarno Djojo Marwodo pada 30 Maret 1975.
Bangunan ini menyimpan benda-benda peninggalan RA Kartini dan kakaknya, RMP Sosrokartono. Museum ini terbagi empat ruangan besar. Ruang I berisi benda-benda dan foto Kartini semasa hidupnya, sedangkan Ruang II menyimpan barang-barang peninggalan Sosrokartono.
Sementara, Ruang III berisi benda-benda purbakala yang ditemukan di Jepara, seperti arkeologi dan keramik. Lalu, ruang ini juga menyimpan hasil kerajinan Jepara, seperti ukir-ukiran, batik troso, anyaman bambu dan rotan. Terakhir, Ruang IV berisi tulang ikan raksasa Joko Tuwo sepanjang 16 meter yang ditemukan di perairan Kepulauan Karimun Jawa pada April 1989.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 2Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 3Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 4Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 5Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 6Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 7Infrastruktur IT Badan Gizi Nasional Lumpuh, Sinkronisasi Data MBG di Lapangan Kacau
- 8Buntut OTT Kepala BPN, Warga Tanah Tinggi Buka Suara Soal Dugaan Pungli PTSL Rp27,5 Juta
- 9Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 10Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan








