RUMAH POHON 50 M Tertinggi di Dunia Ternyata ada di PAPUA suku KOROWAI
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 21 September 2023, 11:18 WIB

AKURAT BANTEN - Rumah pohon adalah sebuah bangunan yang dibangun di sekitaran, sebelah atau di tengah batang atau cabang dari satu pohon dewasa atau lebih yang berada di atas permukaan tanah. Rumah pohon dapat dipakai untuk rekreasi, tempat kerja, habitasi, tempat kumpul dan observasi. (Wikipedia)
Indonesia di akui dunia sebagai negara yang indah memiliki banyak tempat menarik dan indah untuk dikunjungi. Selain memiliki pantai-pantai yang cantik, alam bawah laut yang menakjubkan, gunung-gunung yang indah, Indonesia juga memiliki panorama alam perbukitan yang indah dan menawan.
Salah satunya adalah Rumah Pohon yang keberadaannya di perkirakan sudah ratusan tahun, biasanya suku-suku pedalaman di daerah perbukitan selalu ada rumah pohon dengan berbagai ukuran ketinggian.
Namun di Papua, ada salah satu suku yang tinggal menetap diatas rumah pohon setinggi 50 meter dan menjadi Rumah pohon tertinggi di dunia, Suku tersebut bernama Suku "KOROWAI"
"Suku Korowai Papua adalah suku yang baru ditemukan keberadaannya sekitar 50 tahun lalu di pedalaman Papua. Berpopulasi sekitar 300 orang. Mereka adalah salah satu suku di daratan Papua yang tidak menggunakan "KOTEKA"
Pada dasarnya Rumah pohon ini dibangun dengan tujuan untuk melindungi diri dari nyamuk, banjir, serta serangan hewan liar atau serangan suku rival yang sering kali terjadi"
Suku Korowai membangun rumah-rumah panggung di atas pohon dengan Arsitektur rumah tertinggi terbilang unik, karena mereka hanya menggunakan material yang di dapat dari alam, Untuk penyangga utama, mereka memilih pohon "BANYAN" yang kokoh, dan memasang kayu-kayu tambahan pada setiap sudut.
Untuk membangun sebuah Rumah tinggi mereka membutuhkan waktu hanya 2 minggu dan dikerjakan secara bergotong royong.
Kekokohan konstruksi Rumah Tinggi diukur dari jumlah orang atau penghuni yang ada dalam satu rumah, Biasanya setiap rumah di huni oleh satu keluarga yang bisa mencapai 12 orang.
Suku itu mendirikan rumah di atas pohon bertujuan agar terhindar dari binatang buas. Tak hanya itu saja, mereka menghindari gangguan dari roh jahat, Orang-orang suku Korowai takut atas serangan Laleo atau Iblis yang dikenal sangat kejam, Yaitu makhluk yang berjalan mirip mayat hidup dan biasanya keluar pada malam hari.
Orang-orang Korowai menempati kawasan hutan sekitar 150 km dari laut arafura mereka terkenal sebagai pemburu paling terampil dan memiliki tradisi mengumpulkan setiap buruan, ternak termasuk hasil hutan untuk bisa bertahan hidup.
Sementara hewan seperti babi dan anjing hutan dijadikan sebagai hewan peliharaan, Babi dianggap memiliki nilai sosial, mereka akan membunuh babi pada acara-acara ritual khusus, sedangkan anjing digunakan sebagai hewan untuk teman berburu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





