Banten

Bandara Soetta Tangerang Antisipasi Masuknya Virus Nipah

Noudhy Valdryno | 1 Oktober 2023, 08:02 WIB
Bandara Soetta Tangerang Antisipasi Masuknya Virus Nipah

AKURAT BANTEN - Mengantisipasi masuknya virus Nipah ke Indonesia, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta (Soetta) memperketat pergerakan penumpang pesawat.

Kepala KKP Kelas I Soetta, Naning Nugrahini menyebutkan upaya tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan No. HK.02.02/C/4022/2023.

Surat Edaran itu tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah kepada Pemerintah Daerah, Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan Para Pemangku Kepentingan terkait.

"Kita melakukan pengamatan tanda dan gejala lebih spesifik pada penumpang pesawat yang berasal dari negara terjangkit India, baik direct flight maupun yang transit," ujar Naning, Sabtu (30/9/2023).

Maning menyebutkan, pengetatan protokol kesehatan di Bandara Soetta itu membuat surat ke maskapai yang berasal dari negara terjangkit dan otoritas bandara tentang pengetatan protokol kesehatan.

"Dengan berkoordinasi dan menyampaikan ke maskapai yang dari asal negara terjangkit, agar menyampaikan edukasi, kewaspadaan dan pengamatan tanda dan gejala. Seperti demam akut, batuk, pilek, sakit kepala, kejang, agar segera diinformasikan pada kami," terangnya.

Namun, kata Naning, Virus Nipah belum ditemukan di Bandara Soetta. Pihaknya sangat ketat terhadap penumpang datang dari negara terjangkit di Bandara Soetta dilakukan scanning untuk deteksi adanya virus.

"Akan ada petugas dan dokter melakukan pengecekan dari secara fisik untuk melihat tanda tanda-adanya gejala. Pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di pesawat, termasuk protokol kesehatan," katanya.

Diketahui, Virus Nipah merupakan jenis virus zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Selain dapat ditularkan dari hewan ke manusia, virus ini juga menular antar-manusia.

Penularan virus Nipah dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.

Selain itu, beberapa riset juga menunjukkan bahwa seseorang bisa mengalami gejala infeksi virus ini ketika ia mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi virus Nipah, khususnya yang dimasak kurang matang.

Pada 2018, wabah virus ini juga pernah terjadi di Kerala. Sebanyak 17 orang tewas akibat virus ini. Pada tahun 2021, wabah kembali terjadi. Seorang anak berusia 12 tahun menjadi korbannya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.