Kemarau Panjang, Ribuan KK di Tangsel Terdampak Krisis Air Bersih

AKURAT BANTEN - Ribuan Kepala Keluarga (KK) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terdampak krisis air bersih.
Kondisi itu terjadi lantaran kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2023.
Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat 1.626 KK mengalami krisis air bersih dari 20 titik.
Ribuan KK itu berdomisili di dua kecamatan, yakni, Setu dan Pondok Aren.
"Total kepala keluarga yang terdampak yang awalnya pada 27 September 2023 ada 1.463, kini bertambah menjadi 1.626 KK," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel, Faridzal Gumay, Jumat (29/9/2023).
Baca Juga: 64 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan di Serang dan Pandeglang
Pendistribusian air bersih secara gratis pun, kata Gumay, sudah berlangsung sejak 14 September lalu ke lokasi terdampak krisis.
Warga yang ingin mendapat bantuan air bersih, diminta menyertai surat yang ditandatangani oleh pihak kelurahan.
"Kalau ada surat dari lurah, kami akan langsung gerak untuk memberi bantuan. Minimal 20 KK," ucapnya.
Gumay menuturkan, jumlah titik krisis air bersih di wilayahnya masih berpeluang bertambah.
Baca Juga: 21 Kecamatan Alami Kekeringan, BPBD Lebak Distribusikan Air Bersih
Peluang bertambahnya hal itu terjadi mengingat musim kemarau masih berlangsung hingga saat ini.
Gumay mengaku, puluhan ribu air bersih terus didistribusikan. Untuk mempercepat pendistribusian, BPBD pun membagi tugas dengan dinas-dinas lainya.
"Untuk mempercepat distribusi bantuan air bersih, kami bagi-bagi tugas. Di kawasan Jurang Mangu (Pondok Aren) ada dinas Cipta Karya, wilayah Setu dan Muncul itu BPBD, kemudian untuk wilayah Keranggan itu Damkar," pungkasnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









