Banten

DLHK Banten Ungkap Fakta Baru Kebocoran Pabrik Kimia PT Chandra Asri di Cilegon

Irsyad Mohammad | 1 Februari 2024, 17:25 WIB
DLHK Banten Ungkap Fakta Baru Kebocoran Pabrik Kimia PT Chandra Asri di Cilegon

AKURAT BANTEN - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten, mengungkap sejumlah fakta hasil verifikasi lapangan terhadap bau kimia PT Chandra Asri Pacific, Cilegon. 

Kepala DLHK Banten, Wawan Gunawan mengatakan, telah terjadi emergensi dalam kegiatan operasional di plant Ethylene PT. Chandra Asri Pacific.

"Kondisi kedaruratan tersebut adalah terjadinya kebocoran pada pipa pendingin (quench water) 12 inch yang terdeteksi sekitar pukul 04.40 WIB oleh operator plant ethylene," kata Wawan, Rabu (1/2/2024). 

Baca Juga: Bocah 11 Tahun Penulis 40 Buku Asal Indonesia Masuk Top 15 Amazon Book Amerika Dan Inggris

Wawan menerangkan, proses pendinginan pada plant tersebut merupakan proses kondensasi hidrokarbon rantai panjang dengan kontak secara langsung menggunakan air.

Dengan proses pendinginan secara langsung tersebut menyebabkan air pendingin mengandung minyak.

"Akibat kebocoran tersebut aliran pipa pendingin mengalami penurunan aliran dari 900 ton/jam menjadi 500 ton/jam," jelasnya

"Sesuai SOP, PT Chandra Asri Petrochemical menghentikan operasional (Shutdown) pada area kebocoran yaitu pada pukul 05.15 WIB secara manual menggunakan push botton. Shutdown dilakukan bukan karena adanya kenaikan temperatur," sambungnya.

Baca Juga: Relawan Ganjar-Mahfud MD Ngamuk Usai Kampanye Karena di Berikan Transport Rp10 Ribu

Sehingga ungkap Wawan, penghentian operasional mesin pada saat itu bukan karena kenaikan temperatur mesin.

"Sesaat setelah dilakukan shutdown, PT Chandra Asri Petrochemical telah melakukan pengosongan jalur dan isolasi tempat kejadian," jelasnya.

Wawan juga mengaku, belum dapat memastikan proses pembakaran sisa gas kimia di cerobong atau flaring, akibat penghentian operasional bersih dari pencemaran, dan masih menunggu hasil uji laboratorium.

Sementara, pipa yang mengalami bocor tersebut sudah dibawa ke Polda Banten sebagai barang bukti pada kejadian yag membuat warga merasakan mual dan pusing.

"Nanti terbukti setelah ada hasil uji lab," ungkapnya.

Ia memastikan terkait laporan warga tentang bau gas hidrokarbon yang beredar, dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

"Sedangkan bau yang timbul kemungkinan adanya penyebab lain yang masih memerlukan kajian lebih lanjut," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.