Banten

Pengalaman Mati Suri: Ternyata Terasa Mengambang dan Bisa Melihat Tubuh Sendiri Dari Luar

Saeful Anwar | 15 Januari 2025, 09:59 WIB
Pengalaman Mati Suri: Ternyata Terasa Mengambang dan Bisa Melihat Tubuh Sendiri Dari Luar

 

AKURAT BANTEN- Mati adalah keadaan ketika seseorang sudah tidak bernyawa, tidak hidup lagi, atau sudah hilang nyawanya. Kematian merupakan tahap di mana semua fungsi biologis makhluk hidup berhenti secara permanen dan tidak dapat dikembalikan. 


Beberapa tanda kematian adalah, pernapasan berhenti, Tidak ada denyut nadi dan detak jantung, Tidak ada tekanan darah yang terukur. 

Kematian juga memiliki dimensi sosial dan psikologis. Dimensi sosialnya berkaitan dengan perilaku dan perawatan sebelum kematian, serta tempat letak si mati sebelum dan sesudah kematian. 

Pengalaman mati suri atau disebut near death experience (NDE) adalah kondisi kritis yang membuat pasien seolah-olah sudah meninggal. 

Baca Juga: Buron! Terduga Pembunuh Sandy Permana, Polisi Kejar Pelaku

Secara medis, mati suri disebut sebagai sindrom Lazarus. Beberapa tanda-tanda kematian yang dapat menyebabkan mati suri di antaranya: Hilangnya fungsi otak, Berhentinya detak jantung, Berhentinya tekanan aliran darah, Berhentinya proses pernapasan. 

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan mati suri di antaranya: 

Air trapping, yaitu kondisi ketika udara terdorong ke paru-paru saat CPR, sehingga tekanan di dada meningkat

  • Henti jantung
  • Koma
  • Tidak bisa bernapas spontan

Pengalaman ini bisa berbeda-beda, tergantung dari budaya dan daerahnya. 

Baca Juga: Inilah Daftar 10 Perguruan Tinggi Terbaik di Banten, versi UniRank 2024, Cek Sekarang apakah ada Universitas Kamu?

Berikut beberapa pengalaman orang yang mengaku pernah mati suri: 

Perjalanan spiritual

Yunus Hanis Syam, seorang penulis, mengalami perjalanan spiritual saat dikabarkan meninggal. 

 

Melihat diri sendiri dari luar tubuh

Kate Cliff, seorang perempuan Australia, mengaku melihat dirinya terbaring di tengah jalan setelah ditabrak mobil. 

Melihat kondisi desa yang sunyi

Gunawan, seorang pria, merasa ada yang aneh ketika sampai di perbatasan kampungnya setelah tak bangun hampir 12 jam. 

Perasaan mengambang

Salah seorang pasien mengaku mengambang tanpa beban dan berada di atas tubuhnya. 

Perasaan tenang

Pasien lain mengaku merasakan ketenangan dan semua masalah yang dirasakan menghilang dari pikirannya. 

Baca Juga: Wabah PMK Mengintai Tangsel, 300 Dosis Vaksin Disiagakan Untuk Hewan Ternak

Bertemu dengan orang yang disayang

Beberapa pasien mengaku bertemu atau mendengar suara orang yang mereka sayang. 

Pengalaman mati suri bisa dijelaskan secara ilmiah. Namun, setiap pengalaman mati suri memiliki pola peristiwa yang unik dan tidak muncul dalam urutan tetap.

 

Pengertian dalam Islam

Dalam Islam, mati suri adalah kondisi ketika seseorang tampak meninggal dunia, namun kemudian kembali sadar. Mati suri dipandang sebagai tanda kekuasaan Allah dan peringatan untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah mati. 

Mati suri tidak secara spesifik dibahas dalam Al-Quran atau Hadis. Dan bisa diartikan sebagai salah satu ujung tali roh terlepas, sehingga seseorang bisa kembali hidup. 

Mati suri bisa diartikan sebagai fenomena yang hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Sehingga bisa dijadikan pengingat akan kematian yang pasti dan pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. 

Mati suri bisa dijadikan pembelajaran bahwa ada kehidupan di hari kemudian. 

Baca Juga: ATR/BPN dan Kades Sukarame Jadi Tergugat, Terkait Sertifikat Ganda

Dalam dunia medis, mati suri disebut sebagai kembalinya sirkulasi spontan setelah tindakan resusitasi jantung dan paru (CPR) dihentikan(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman