Banten

Pelatih Sepak Bola Mau Dilindungi dari Pemecatan? Muncul Usulan Radikal: Klub Dilarang Pecat Sebelum Januari!

Aullia Rachma Puteri | 21 Oktober 2026, 17:34 WIB
Pelatih Sepak Bola Mau Dilindungi dari Pemecatan? Muncul Usulan Radikal: Klub Dilarang Pecat Sebelum Januari!
Michael Carrick pelatih sementara Manchester United. - PA Images

AKURAT BANTEN - Pemecatan pelatih menjadi salah satu fenomena yang sulit dipisahkan dari sepak bola modern. Hasil buruk dalam beberapa pertandingan saja terkadang cukup untuk membuat posisi seorang pelatih berada di ujung tanduk.

Situasi tersebut kemudian memunculkan gagasan yang cukup radikal di Inggris: klub sebaiknya tidak diperbolehkan memecat pelatih sebelum melewati batas waktu tertentu dalam satu musim.

Usulan tersebut disampaikan mantan striker Millwall dan Chelsea, Tony Cascarino, bersama presenter talkSPORT, Shebahn Aherne.

Keduanya membicarakan gagasan tersebut dalam program Weekend Sports Breakfast di tengah sejumlah pelatih yang kehilangan pekerjaan pada awal musim 2026/2027.

Baca Juga: Liverpool Diam-Diam Pantau Bintang Baru Aston Villa, Calon Pengganti Alexis Mac Allister?

Menurut Cascarino, seorang pelatih seharusnya mendapatkan periode perlindungan setelah ditunjuk. Ia bahkan mengusulkan tanggal 1 Januari sebagai batas minimal yang berlaku bagi semua klub.

“Jika Anda menunjuk seorang pelatih pada Juni, mereka seharusnya mendapatkan kesempatan hingga periode berikutnya dan tidak langsung bisa dipecat,” ujar Cascarino, dikutip dari talkSPORT.

Berawal dari Gelombang Pemecatan

Gagasan tersebut muncul ketika pergantian pelatih kembali menjadi sorotan di sepak bola Inggris. Berdasarkan data yang beredar sudah ada lima pelatih yang kehilangan pekerjaan di lima divisi teratas Inggris pada periode tersebut.

Michael Duff dari Wycombe Wanderers dan Paul Heckingbottom dari Preston North End termasuk di antara nama yang diberhentikan.

Baca Juga: Persija Jakarta Kena Sanksi Berat! The Jakmania Dilarang Dampingi Persija 6 Laga Tandang, Denda Tembus Rp90 Juta

Lee Cattermole, yang baru ditunjuk sebagai pelatih Gateshead pada musim panas, juga telah kehilangan pekerjaannya.

Bagi Cascarino, keputusan klub seharusnya tidak semata-mata ditentukan oleh hasil dalam waktu sangat singkat. Ketika sebuah klub memilih seorang pelatih, mereka juga harus memberikan kesempatan kepadanya untuk menjalankan rencana yang telah disusun.

Aherne memiliki pandangan serupa. Ia bahkan mengusulkan agar kontrak pelatih mencantumkan jumlah minimal pertandingan yang harus dijalani atau ketentuan bahwa pelatih setidaknya bertahan hingga Januari.

Menurutnya, perlindungan tersebut dapat mengurangi tekanan berlebihan yang muncul hanya karena beberapa hasil buruk.

Baca Juga: Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!

Kemenangan Bisa Mengubah Segalanya

Salah satu contoh yang mereka soroti adalah Alvaro Arbeloa di Fulham. Pelatih asal Spanyol tersebut sebelumnya berada dalam tekanan dan membutuhkan hasil positif.

Fulham kemudian meraih kemenangan 1-0 atas Hull City. Satu kemenangan itu langsung mengubah suasana di sekitar sang pelatih.

Aherne mempertanyakan apa yang mungkin terjadi jika Fulham gagal memenangkan pertandingan tersebut.

Menurutnya, perbedaan antara seorang pelatih dianggap masih layak dipertahankan atau harus dipecat terkadang hanya ditentukan oleh satu pertandingan.

Baca Juga: Luis Enrique Tegas: Lamine Yamal Tak Akan Pernah Menang jika Dibandingkan dengan Lionel Messi

Situasi serupa juga dialami Phil Parkinson di Wrexham. Parkinson sempat berada dalam sorotan setelah Wrexham hanya meraih satu kemenangan dalam 10 pertandingan. Bahkan, nama Steven Gerrard sempat dikaitkan sebagai calon pengganti.

Namun, Parkinson menjawab tekanan tersebut dengan membawa Wrexham menang telak 4-1 atas Preston North End.

Russell Martin juga memperoleh hasil positif bersama Leicester City setelah The Foxes mengalahkan Doncaster Rovers 2-1.

Rangkaian hasil tersebut menjadi pengingat bahwa situasi sebuah tim bisa berubah dengan sangat cepat.

Baca Juga: Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien

Pro dan Kontra Jika Benar-Benar Diterapkan

Jika gagasan Cascarino dan Aherne diterapkan, klub akan memiliki waktu lebih panjang untuk mengevaluasi kinerja pelatih. Pelatih pun dapat bekerja tanpa terus-menerus dihantui ancaman pemecatan setelah setiap hasil buruk.

Namun, aturan seperti itu juga memiliki sisi kontroversial. Bagaimana jika sebuah klub benar-benar berada dalam kondisi buruk dan berisiko terdegradasi?

Cascarino mengakui persoalan tersebut, tetapi menurutnya risiko itu merupakan konsekuensi dari keputusan klub ketika menunjuk seorang pelatih.

Gagasan ini juga bukan aturan yang saat ini berlaku di sepak bola Inggris. Belum ada regulasi yang melarang klub memecat pelatih sebelum 1 Januari. Usulan tersebut masih sebatas wacana dari Cascarino dan Aherne.

Baca Juga: Konflik Cristiano Ronaldo Belum Reda, Presiden Portugal Kirim Pesan Penting yang Bikin Fans Berharap!

Meski demikian, perdebatan ini menarik karena menyentuh persoalan klasik sepak bola: apakah pelatih memang membutuhkan waktu untuk membangun tim, atau hasil harus selalu menjadi ukuran utama?

Jika gagasan tersebut suatu hari benar-benar diterapkan, sepak bola Inggris mungkin akan memasuki era baru.

Kursi pelatih tidak lagi menjadi pintu putar yang bisa berputar setiap kali sebuah tim gagal meraih kemenangan.

Namun untuk saat ini, para pelatih tetap harus hidup dengan hukum lama sepak bola: hasil pertandingan bisa mengubah segalanya dalam waktu 90 menit.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.