Bos MU Ratcliffe Tuai Kritik, PM Inggris Anggap Ucapannya Kelewat Batas!

AKURAT BANTEN - Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan miliarder sekaligus salah satu pemilik Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, yang menyebut Inggris telah “dijajah” oleh imigran. Komentar tersebut memicu perdebatan luas dan menuai respons keras dari berbagai kalangan politik.
Starmer menilai pernyataan itu tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi menyinggung banyak pihak. Ia menegaskan bahwa penggunaan istilah semacam itu dapat memperkeruh suasana dan tidak mencerminkan semangat debat publik yang sehat.
Baca Juga: Persija Jakarta Tutup Bursa Transfer dengan Perekrutan Cyrus Margono
“Pernyataan seperti itu tidak membantu dan menurut saya salah arah. Kita perlu diskusi yang bertanggung jawab, bukan bahasa yang memecah belah,” ujar Starmer dalam tanggapannya kepada media.
Kontroversi bermula dari wawancara Ratcliffe dengan Sky News pada Rabu waktu setempat. Dalam perbincangan tersebut, pengusaha berusia 73 tahun itu menyoroti tingginya angka imigrasi dan mengaitkannya dengan tekanan terhadap sistem ekonomi Inggris.
Baca Juga: Persib Menjamu Malut United, Hodak Tegaskan Tim dalam Kondisi Siap
“Anda tidak bisa memiliki ekonomi dengan sembilan juta orang menerima tunjangan dan tingkat imigran yang sangat besar masuk,” kata Ratcliffe dalam wawancara tersebut.
Ratcliffe berargumen bahwa kombinasi antara tingginya angka penerima bantuan sosial dan arus migrasi yang besar dapat menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Namun, penggunaan istilah “dijajah” dinilai banyak pihak sebagai berlebihan dan tidak sensitif.
Baca Juga: Ivar Jenner Resmi Berseragam Dewa United hingga Akhir Musim
Starmer menegaskan bahwa perdebatan soal kebijakan imigrasi memang sah untuk dilakukan, tetapi harus disampaikan dengan data dan bahasa yang proporsional. Ia juga menyarankan agar Ratcliffe mempertimbangkan untuk meminta maaf atas ucapannya yang dinilai menimbulkan kegaduhan.
Sejumlah politisi lintas partai turut memberikan tanggapan. Ada yang sepakat bahwa sistem imigrasi perlu dievaluasi, tetapi menolak narasi yang dianggap menyudutkan komunitas migran. Di sisi lain, pendukung Ratcliffe menyebut pernyataannya sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi ekonomi nasional.
Baca Juga: Takluk dari Jepang, Timnas Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final BATC 2026 sebagai Runner Up Grup
Isu imigrasi sendiri telah lama menjadi topik sensitif di Inggris, terutama sejak Brexit. Pemerintah saat ini tengah menghadapi tekanan untuk menyeimbangkan kebutuhan tenaga kerja, stabilitas ekonomi, dan kekhawatiran publik terhadap layanan sosial.
Pernyataan Ratcliffe dan respons keras dari Starmer kembali menunjukkan betapa kompleksnya perdebatan soal migrasi di Inggris. Di tengah dinamika politik dan ekonomi yang terus berkembang, publik kini menanti apakah kontroversi ini akan berujung pada klarifikasi atau permintaan maaf dari sang pengusaha.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 4Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 5Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap





