Banten

Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan

Handrian Setiawan | 29 September 2026, 16:19 WIB
Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan - Istimewa

AKURAT BANTEN - Persoalan data desil membuat warga tak mampu di Garut, Jawa Barat mengalami kesulitan mengakses bantuan kesehatan. Ironisnya, dalam proses pengurusan bantuan bagi warga tak mampu itu hingga memakan korban jiwa.

Plt Ketua Harian DPP Barisan 8 Center, Sandi Pandu Maulana, mengatakan persoalan tersebut ditemukan setelah pihaknya menerima laporan warga yang kesulitan mengurus layanan kesehatan di RSUD dr. Slamet Garut.

Menurut Sandi, warga tersebut secara kondisi ekonomi membutuhkan bantuan, tetapi data desilnya tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Hal itu yang membuat Barisan 8 Center ikut turun ke lapangan, untuk membantu para warga.

Baca Juga: Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan

“Sekitar tiga hari kita dampingi para warga dari berbagai usia. Data tidak muncul, sementara di lapangan warganya secara riil memang membutuhkan bantuan,” ujar Sandi, Rabu (28/9/2026).

Kronologi Warga Meninggal Terkendala Data Desil

Sandi mengungkapkan, salah satu warga yang didampingi Barisan 8 Center sebelumnya mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan. “Warga tersebut membutuhkan perawatan di rumah sakit, namun proses administrasinya terkendala persoalan data desil,” kata Sandi.

Adanya laporan tersebut, Barisan 8 Center melakukan pendampingan dan membantu mengurus persoalan administrasi warga. Bahkan, pengurusan bantuan disebut masih dilakukan sampai setelah kondisi warga memburuk.

“Diurusin sampai meninggal. Sampai meninggalnya sudah diurusin, dibantu anggota saya keluar, jadi intinya sampai tidak bayar,” ungkap Sandi.

Baca Juga: Siapa Siti Hasmah? Istri Mahathir Mohamad yang Jadi Dokter Perempuan Perintis Malaysia Wafat di Usia 100 Tahun

Sandi menegaskan, kasus tersebut menjadi salah satu contoh warga yang secara kondisi ekonomi membutuhkan bantuan, tetapi menghadapi kendala administrasi karena persoalan data.

Sandi membedakan persoalan yang terjadi menjadi dua ranah, yakni kendala data dan administrasi bantuan sosial serta keterbatasan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

Ia tidak menyebut bahwa kendala data desil sebagai penyebab langsung warga tersebut meninggal. “Persoalan yang disoroti adalah hambatan administrasi dan akses bantuan yang dialami warga belum mendapatkan pelayanan kesehatan,” tandasnya.

Baca Juga: Man City Terancam Degradasi, Ini yang Bisa Terjadi pada Erling Haaland dan Para Bintang Klub

Penghasilan Warga Garut di Bawah Rp50 Ribu, Malah Tercatat Desil 10

Adapun yang menjadi sorotan, persoalan tersebut terungkap setelah pihaknya menerima laporan warga yang kesulitan mengurus layanan kesehatan.

“Setelah dicek, desilnya ada yang tidak muncul ataupun desil 10. Padahal rumahnya ngontrak, tinggal sama mertua, penghasilan juga di bawah Rp50 ribu sehari,” ungkap Sandi.

Menurutnya, ketidaksesuaian data dengan kondisi ekonomi warga menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi. Sebab, warga yang secara riil membutuhkan bantuan bisa terkendala ketika harus mendapatkan layanan kesehatan.

Baca Juga: Indonesia Terima 12 AAV M-35, Ini Alasan Kendaraan Amfibi Baru Korps Marinir TNI AL Jadi Sorotan

Selain persoalan desil, keterbatasan fasilitas rumah sakit. Ia menyebut ada warga yang membutuhkan perawatan tetapi terkendala ketersediaan kamar karena kondisi rumah sakit penuh. “Ini dua ranah. Satu soal bantuan, kedua soal kesehatan,” katanya.

Sehingga ia menilai akurasi data penerima bantuan dan ketersediaan fasilitas kesehatan sama-sama penting, agar warga tidak mampu tidak kehilangan akses ketika membutuhkan pertolongan medis.

Sementara Humas RSUD Dr. Slamet Garut, Erly Sunarly enggan menanggapi kasus tersebut ketika hendak dikonfirmasi oleh Akurat Banten.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.