Dinkes Kota Tangerang Alihkan Fokus CKG ke Penanganan Penyakit Kronis di Lapangan

AKURAT BANTEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mulai mengubah orientasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Setelah berhasil menembus target tahunan lebih cepat dari jadwal, fokus program kini dialihkan untuk memburu dan menangani langsung warga yang terdeteksi mengidap penyakit tidak menular (PTM) kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi di lapangan.
Berdasarkan data terbaru per 26 Agustus 2026, realisasi kepesertaan CKG di Kota Tangerang sebenarnya telah menyentuh angka 105,71 persen dari sasaran tahunan, atau setara dengan 48,63 persen dari total populasi yang mencapai 2.013.399 jiwa.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Tangerang, Laila, menegaskan bahwa melampauinya target angka ini membuat Dinkes tidak lagi menjadikan persentase sebagai indikator utama kesuksesan. Isu utama yang kini didorong adalah kualitas tatalaksana atau pengobatan langsung pasca-skrining.
Baca Juga: Gagal Boyong Lewis Hall, Manchester United Putar Otak: Bek Serbabisa Ini Bisa Jadi Jalan Keluar
"Sekarang penekanannya gak lagi hanya sekedar pencapaian target angka persentasenya yang tinggi, tapi diharapkan masyarakat yang diperiksa itu juga mendapatkan tatalaksana lebih lanjut," ujar Laila saat diwawancarai di Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Rabu (26/8/26)
Perubahan strategi ini didasari oleh fakta bahwa banyak masyarakat yang enggan berobat ke fasilitas kesehatan meski hasil skrining awal menunjukkan indikasi sakit.
Untuk memangkas birokrasi rujukan, petugas puskesmas kini diinstruksikan membawa obat-obatan kronis langsung ke pemukiman warga saat pelayanan CKG.
Baca Juga: Isi Pertemuan Hansi Flick dan Alejandro Balde yang Mengubah Masa Depan Sang Bek di Barcelona
"Kalau dulu harus balik ke Puskesmas kalau untuk tatalaksana DM (diabetes melitus) sama hipertensinya, tapi kalau sekarang diupayakan petugas kesehatan dari Puskesmas sudah bawa beberapa obat untuk masyarakat," jelas Laila.
"Karena dia program prioritas pemerintah, itu PTM, DM sama hipertensi yang bisa langsung di tempat," imbuhnya.
Di sisi lain, grafik CKG Kota Tangerang sempat memicu isu persaingan capaian antarwilayah di Provinsi Banten. Lonjakan partisipasi tertinggi di Kota Tangerang terjadi pada periode Juni-Juli dengan kenaikan hingga 12,27 persen, yang sempat mengantarkan kota ini ke posisi teratas se-Banten.
Namun, posisi tersebut kini dinamis akibat perbedaan beban jumlah penduduk antar-kabupaten/kota.
"Se-Banten kemarin sempat di Juli sampai minggu ketiga itu kita nomor satu. Sekarang sudah kebalap sama Pandeglang sama Tangerang Selatan. Merekanya makin kencang," ungkap Laila.
Ia menambahkan, faktor jumlah penduduk menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Tangerang yang memiliki populasi besar di atas 2 juta jiwa, berbeda dengan daerah seperti Cilegon yang berada di kisaran 400 ribu jiwa sehingga persentasenya lebih cepat untuk naik.
Sementara di tingkat lokal, dari 13 kecamatan, 12 di antaranya sudah memenuhi target dengan Kecamatan Pinang mencatat angka tertinggi sebesar 52,94 persen.
Isu ketertinggalan kecil muncul di Kecamatan Karang Tengah yang berada di posisi terendah dengan 44,98 persen.
Menurut Laila, hal ini bukan disebabkan oleh penurunan kinerja, melainkan akibat adanya pembagian fokus mendesak pada program kesehatan lain.
Baca Juga: John Herdman Dapat Ultimatum Tak Terduga, Andre Rosiade: Gagal Juara, Ganti Nil Maizar!
"Tinggal Kecamatan Karang Tengah aja itu pun udah 44 persen sebenarnya, jadi tinggal 1 persen lagi. Cuma bulan ini mungkin karena ada kegiatan ACF (Active Case Finding), mungkin agak sedikit menurun karena kan mereka dikejar untuk yang TBC ini," pungkasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!











