Bukannya Menertibkan, Oknum Satpol PP Aceh Utara Malah Diduga Nyolong Rokok Saat Razia, Videonya Bikin Gagal Fokus!

AKURAT BANTEN— Alih-alih menegakkan aturan dengan integritas, tindakan sejumlah aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) di Kabupaten Aceh Utara justru berbuah sorotan tajam publik.
Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) mendadak viral di media sosial setelah memperlihatkan gelagat mencurigakan dari oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat merazia sebuah warung kelontong.
Alih-alih mengamankan seluruh barang sitaan secara profesional, oknum petugas bersangkutan justru kedapatan melakukan aksi "curi-curi" yang sukses bikin warganet gagal fokus.
Baca Juga: Geger Bursa Transfer! Barcelona Masuk Gelanggang, Rebut Rodri dari Genggaman Real Madrid
Kronologi Razia Berujung Skandal di Krueng Geukueh
Insiden kontroversial ini bermula ketika tim gabungan yang melibatkan unsur Satpol PP dan kepolisian menggelar operasi penertiban rokok ilegal.
Razia tersebut menyasar sebuah kios milik warga yang berlokasi di kawasan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, pada Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam situasi normal, pedagang kooperatif mengeluarkan seluruh produk rokok tanpa pita cukai resmi dari dalam warungnya untuk dikumpulkan di atas meja kasir.
Namun, di sinilah awal mula kejanggalan tertangkap basah oleh lensa CCTV.
Terekam Jelas: Rekaman video menunjukkan seorang personel Satpol PP wanita bersama seorang polisi berdiri siaga di dekat meja kasir yang penuh dengan tumpukan rokok berbagai merek.
Aksi Baret Biru: Suasana berubah memanas saat seorang oknum Satpol PP pria yang mengenakan topi baret biru muda melangkah mendekati meja kasir. Tanpa disadari gerakannya terekam sempurna, ia tampak mengambil beberapa bungkus rokok.
Jumlah Berkurang: Meskipun sempat meletakkannya kembali ke atas meja, warganet dengan jeli mendapati jumlah rokok berkurang satu bungkus. Tak cukup sampai di situ, oknum tersebut diduga sengaja menyelipkan sisa rokok lainnya ke tumpukan makanan ringan agar aksinya tersamarkan.
Bukannya menjadi garda terdepan penegakan hukum yang bersih, tindakan oknum di lapangan justru mencederai kepercayaan publik dan merusak citra institusi pengayom masyarakat,"
Satpol PP Beri Klarifikasi, Bantah Tuduhan Pencurian
Merespons gelombang kecaman yang kian membesar di jagat maya, jajaran pimpinan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Utara langsung pasang badan. Mereka menggelar klarifikasi resmi pada Jumat, 14 Agustus 2026, guna meredam kemarahan publik.
Sekretaris Satpol PP dan WH Aceh Utara, Abdullah, secara tegas menepis tudingan miring yang menyebut anggotanya telah mencuri rokok milik warga sipil saat operasi pasar berlangsung.
"Kami dari pihak Satpol PP WH Kabupaten Aceh Utara bersama pihak bea cukai dan kepolisian ingin meluruskan terkait video viral di masyarakat. Terkait kegiatan operasi pasar rokok ilegal yang terlihat salah satu anggota kami mengambil rokok di toko tersebut adalah tidak benar," tegas Abdullah dalam keterangan videonya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh rangkaian barang bukti hasil razia rokok ilegal tersebut tidak ada yang disalahgunakan dan telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak Bea Cukai untuk diproses sesuai koridor hukum.
Dua Oknum Petugas Resmi Digulung Pemeriksaan Internal
Meski pihak pimpinan telah mengeluarkan bantahan ke publik, sanksi moral dan penegakan disiplin internal tetap berjalan. Otoritas berwenang tidak menutup mata atas kegaduhan digital yang telanjur viral ini.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP dan WH Aceh Utara, Faisal, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung mengambil tindakan tegas dengan memanggil dan memeriksa dua personel yang terlibat dalam rekaman CCTV tersebut.
Anggota Wanita: Berinisial M yang berjaga di dekat meja kasir.
Anggota Pria (Baret Biru): Berinisial T yang terekam diduga mengambil barang sitaan.
"Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan intensif terkait insiden yang terekam dalam video tersebut," ujar Faisal, Jumat (14/08/2026).
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menanti transparansi dan hasil akhir dari investigasi internal ini. Publik mendesak agar sanksi tegas dijatuhkan apabila terbukti ada oknum aparat yang memanfaatkan momentum razia demi kepentingan pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 6Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 7Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 8Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'






