Jerman Tersingkir Lebih Cepat di Piala Dunia, Keputusan Nagelsmann Tuai Kritik Tajam

AKURAT BANTEN - Pada pagi 30 Juni, di Stadion Foxborough, Massachusetts, AS, arena yang sama ketika pelatih Julian Nagelsmann menjalani sesi latihan pertamanya dua tahun lalu, sebuah luka baru tercatat dalam perjalanan sepak bola Jerman.
Kekalahan 3-4 dari Paraguay lewat drama adu penalti membuat Der Panzer kembali harus menerima kenyataan pahit di Piala Dunia, setelah sebelumnya gagal melangkah jauh pada edisi 2018 dan 2022.
Datang dengan harapan besar, performa Jerman di bawah arahan Nagelsmann justru memperlihatkan sejumlah kelemahan yang sulit ditutupi.
Media asal Jerman, Der Spiegel, bahkan secara terbuka menilai perubahan yang dilakukan sang pelatih dalam susunan pemain sebagai sebuah "pertaruhan yang gagal".
Berbagai keputusan mulai dari memasukkan Deniz Undav hingga menggeser peran Joshua Kimmich dinilai belum mampu menghadirkan keseimbangan dalam tim.
Meski penampilan Jerman sempat mengalami peningkatan ketika Florian Wirtz mendapatkan kebebasan lebih besar di lapangan, perubahan tersebut pada akhirnya hanya menjadi solusi sementara.
"Saya bukan buronan, dan pengunduran diri tidak akan pernah terjadi. Saya siap untuk melanjutkan jika orang-orang menginginkan saya, dan jika tidak, katakan saja terus terang," tegas pelatih Nagelsmann di televisi.
Meski hubungan Nagelsmann dengan direktur olahraga Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Rudi Voeller, disebut masih berada dalam kondisi "sangat baik", situasi tersebut mulai dipertanyakan.
Baca Juga: Belum 2 Minggu Berjalan, Pelatihan Koperasi Merah Putih Telan 5 Korban Jiwa
Pasalnya, jajaran petinggi DFB dikabarkan tengah mempersiapkan pertemuan internal darurat untuk membahas masa depan Nagelsmann sebagai pelatih tim nasional Jerman.
Di balik situasi sulit tersebut, masih terdapat sedikit harapan bagi skuad Jerman.
Kanselir Jerman Friedrich Merz memberikan dukungan kepada tim dan menyebut perjuangan serta semangat yang diperlihatkan selama Piala Dunia menjadi kebanggaan bagi seluruh negara.
Meski pesan tersebut mampu memberi dukungan moral bagi para pemain, hal itu tetap belum bisa menggantikan hasil buruk yang terjadi di lapangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 4Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 9Man City Dinyatakan Bersalah, Thomas Tuchel Pilih Diam: Begini Sikapnya kepada Pemain The Citizens di Inggris
- 10Tinggal 21 Gol Lagi! João Félix Sudah Siapkan Misi Khusus untuk Antar Cristiano Ronaldo ke 1.000 Gol









