Sepatu Emas Ronaldo Curi Perhatian Dunia, Tapi Aksi CR7 di Piala Dunia 2026 Berakhir Dramatis

AKURAT BANTEN - Dalam laga terakhir fase grup antara Portugal kontra Kolombia, Cristiano Ronaldo tampil dengan menggunakan sepatu Nike Mercurial Superfly 11 “Gold Scorpion” yang langsung mencuri perhatian.
Sepatu edisi khusus tersebut dibuat Nike sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian besar bintang Portugal itu, yakni menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.
Mengusung dominasi warna emas dengan corak kalajengking, sepatu tersebut menghadirkan tampilan mewah yang membuat banyak penggemar terpukau.
Berdasarkan laporan media Inggris, Nike hanya memproduksi 2.026 pasang “Gold Scorpion” untuk pasar global.
Jumlah tersebut dikaitkan dengan gelaran Piala Dunia 2026.
Sepatu spesial itu kabarnya dijual dengan harga sekitar £242 dan menjadi salah satu perlengkapan paling mencuri perhatian sepanjang turnamen tahun ini.
Akan tetapi, perjalanan debut sepatu berjuluk "Kalajengking Emas" di kaki Ronaldo tidak sepenuhnya sesuai harapan.
Pada 45 menit pertama saat menghadapi Kolombia, Ronaldo tetap menunjukkan permainan agresif dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan lawan.
Namun, usaha tersebut belum mampu membuat kapten Portugal itu mencatatkan tambahan gol di ajang Piala Dunia.
Baca Juga: 99 Laga, 3 Trofi, dan Rekor Fantastis, AFA Ingin Scaloni Tetap Pimpin Argentina
Momen yang menjadi sorotan terjadi ketika babak kedua baru dimulai. Ronaldo secara mengejutkan mengganti sepatu emasnya dengan sepatu berwarna merah muda yang sudah sering digunakannya.
Pergantian tersebut langsung menarik perhatian publik, bahkan memunculkan spekulasi apakah CR7 belum merasa nyaman dengan sepatu barunya atau hanya ingin kembali menggunakan perlengkapan yang membuatnya lebih percaya diri.
Meski sudah mengganti sepatu, keberuntungan Ronaldo belum berubah.
Ia tidak mampu menciptakan peluang berbahaya yang berarti setelah turun minum, sementara Portugal harus puas bermain imbang 0-0 melawan Kolombia.
Hasil tersebut membuat skuad Roberto Martinez mengakhiri fase grup sebagai runner-up dan harus menghadapi jalur babak gugur yang lebih berat.
Portugal kini mulai fokus menatap laga babak gugur menghadapi Kroasia, pertandingan yang diprediksi menarik karena mempertemukan dua legenda besar, Ronaldo dan Luka Modric.
Bagi CR7, laga tersebut bukan sekadar peluang untuk membawa Portugal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Pertandingan itu juga menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa sepatu hanyalah pelengkap, sementara mentalitas, pengalaman, dan karakter seorang legenda tetap menjadi faktor utama di atas lapangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 6Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 7Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 8Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'









