Kasus Hanania Travel Meledak, Kemenhaj Siapkan Aturan Baru untuk Lindungi Dana Jemaah Umrah

AKURAT BANTEN - Kasus ribuan jemaah yang gagal berangkat umrah melalui Hanania Travel menjadi perhatian serius Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Selain mengawal proses hukum yang sedang berjalan, pemerintah juga menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat perlindungan jemaah agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pihaknya telah turun tangan memberikan pendampingan kepada para jemaah yang terdampak dalam kasus tersebut.
"Kami sudah dan akan terlibat langsung melakukan asistensi kepada jemaah," kata Dahnil melansir Himpuh News, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Ribuan Jamaah Terancam Rugi? Polisi Ungkap Modus Penyelewengan Dana Umrah Hanania Travel
Menurut Dahnil, Kemenhaj saat ini tengah merancang aturan baru yang bertujuan memperkuat perlindungan hak-hak jemaah, mulai dari aspek keuangan, pelayanan, hingga keamanan selama menjalankan ibadah umrah maupun haji.
"Kami akan siapkan regulasi terbaru untuk melindungi hak-hak keuangan jemaah, hak pelayanan yang sesuai dan hak keamanan dan keselamatan jemaah selama masa umrah maupun haji. Setelah hajian saya akan temui langsung pelaku pemilik Hanania tersebut," ucap dia.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kasus Hanania Travel kembali menyoroti persoalan keamanan dana masyarakat yang disetorkan kepada penyelenggara perjalanan ibadah.
Pemerintah memandang perlu adanya sistem perlindungan yang lebih kuat agar hak-hak jemaah tetap terjamin apabila terjadi masalah di kemudian hari.
Baca Juga: Rp12,14 Miliar Dana Jemaah Hilang, DPR Desak Negara Kawal Korban Penipuan Umrah Hanania Travel
Dahnil menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku harus berjalan beriringan dengan upaya hukum perdata agar kerugian yang dialami jemaah dapat dipulihkan.
"Makanya, kami mendorong terus polisi langkah pidana terhadap pelaku namun bersamaan dengan langkah perdata untuk memastikan hak keuangan jamaah bisa dikembalikan lagi. Dan kasus Hanania inikan bukan yang pertama sebelumnya ada First Travel, dan lain-lain," ujar dia.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada proses pidana terhadap pelaku, tetapi juga berupaya memastikan pengembalian hak dan dana milik para jemaah yang dirugikan.
Di sisi lain, Dahnil mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih biro perjalanan umrah.
Baca Juga: Mulai 1 Juni 2026 Pemerintah Wajibkan 100 Persen DHE SDA Masuk Indonesia, Ini Aturan Lengkapnya
Menurutnya, calon jemaah perlu memastikan legalitas, kredibilitas, serta rekam jejak penyelenggara sebelum melakukan pendaftaran dan pembayaran.
"Jemaah harus hati-hati dengan iming-iming travel, harus dipastikan memiliki kredibelitas dan rekam jejak pelayanan yang panjang," tuturnya.
Ia menambahkan, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci penting untuk mencegah munculnya korban baru akibat tawaran perjalanan umrah yang tidak memiliki tanggung jawab dan kredibilitas yang jelas.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'









