Kebakaran Misterius 51 Kali Gegerkan Sleman, Dugaan Gas Metana Jadi Fokus Penyelidikan Para Ahli

AKURAT BANTEN - Peristiwa kebakaran misterius yang berulang kali terjadi di sebuah rumah warga di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menyita perhatian publik.
Dalam kurun waktu sekitar satu pekan, titik api dilaporkan muncul hingga 51 kali di berbagai sudut rumah tanpa penyebab yang langsung terlihat.
Fenomena yang tidak biasa ini mendorong pemerintah daerah, akademisi, hingga sejumlah instansi terkait turun tangan untuk melakukan penyelidikan mendalam.
Baca Juga: Jangan Sampai Kena ETLE, Ini Daftar Pelanggaran Lalu Lintas yang Langsung Terekam Kamera
Berbagai pemeriksaan lapangan telah dilakukan guna mengungkap sumber kemunculan api yang membuat penghuni rumah hidup dalam kewaspadaan.
Dari hasil pengamatan awal, para peneliti menemukan indikasi kuat yang mengarah pada keberadaan gas metana sebagai salah satu faktor pemicu.
Tim gabungan menelusuri sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi sumber gas, mulai dari septic tank, saluran perpipaan, hingga kondisi lingkungan di sekitar rumah.
Mutvia, salah satu penghuni rumah tersebut, mengaku kebakaran masih terus terjadi meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan.
Saat tim mendatangi lokasi, ia bahkan menyebut api sudah muncul beberapa kali dalam satu hari.
"Kebakaran lagi, hari ini sudah empat kali," ujarnya.
Ayah Mutvia, Agus Yani (61), menceritakan bahwa insiden pertama bermula ketika sebuah lap tiba-tiba terbakar.
Ia mengaku sempat mendengar suara seperti ketukan sebelum api terlihat.
"Terus di jam itu, itu terdengar suara apa ya, seperti ketukan pintu 'tek-tek' gitu," kata Agus.
Tak lama setelah kejadian pertama, titik api kembali muncul di area yang berdekatan sehingga menimbulkan kepanikan di dalam rumah.
Baca Juga: Jangan Sampai Kena ETLE, Ini Daftar Pelanggaran Lalu Lintas yang Langsung Terekam Kamera
Meski banyak spekulasi berkembang di masyarakat, keluarga korban memilih untuk tidak mengaitkan kejadian tersebut dengan hal-hal mistis.
Menurut Mutvia, peristiwa yang dialaminya masih bisa dijelaskan melalui pendekatan ilmiah.
Ia menilai berbagai benda berbahan kain atau material tertentu kemungkinan dapat menyimpan gas maupun muatan tertentu yang berkontribusi terhadap munculnya api.
Baca Juga: Lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ Viral, Bahlil Lahadalia Akui Ingin Bertemu dan Traktir Sang Pembuat
"Kalau menduga-duga (santet) aku enggak seiring. Ini tuh masih bisa diarahkan ke logis," ungkapnya.
Mutvia juga memastikan tidak memiliki persoalan pribadi yang dapat memicu dugaan adanya teror terhadap keluarganya.
Meski demikian, ia tetap menghargai berbagai pihak yang datang memberikan bantuan, termasuk mereka yang menawarkan pendekatan spiritual.
Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY menyebut fenomena tersebut dapat dipengaruhi banyak faktor.
Kepala Dinas PUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti, menjelaskan salah satu dugaan yang saat ini menjadi perhatian adalah akumulasi gas metana yang berasal dari septic tank.
Menurutnya, keberadaan material mudah terbakar dan kondisi lingkungan tertentu juga dapat memperbesar risiko munculnya titik api secara sporadis.
Pendapat serupa disampaikan Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi.
Baca Juga: Jangan Sampai Kena ETLE, Ini Daftar Pelanggaran Lalu Lintas yang Langsung Terekam Kamera
Ia mengatakan pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan indikasi kuat keterkaitan antara kemunculan api dengan gas metana.
"Evidence-based yang paling kuat selama ini api berindikasi dengan keluarnya gas metana," jelasnya.
Untuk memastikan dugaan tersebut, tim peneliti berencana melakukan pengukuran lanjutan pada jaringan perpipaan dan sampel air di sekitar lokasi.
Baca Juga: Remaja Situbondo Dianiaya di Rumah Sendiri, Pelaku Ngaku Anggota TNI Kini Diburu Polisi
Pemeriksaan dilakukan karena sebelumnya api dilaporkan muncul di area yang berdekatan dengan sumur dan jalur pipa.
Sarju menyebut pihaknya akan membawa peralatan khusus guna mengukur kandungan gas serta memeriksa kemungkinan adanya kontaminasi metana pada air.
Tak hanya UGM, tim lintas disiplin dari berbagai lembaga akademik juga ikut terlibat dalam investigasi.
Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, mengatakan observasi dilakukan dengan meneliti lokasi kebakaran dan kondisi lingkungan sekitar secara menyeluruh.
Baca Juga: Lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ Viral, Bahlil Lahadalia Akui Ingin Bertemu dan Traktir Sang Pembuat
Pemantauan juga terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama BPBD Sleman dan PLN untuk memastikan situasi tetap aman bagi penghuni rumah.
Sementara itu, hasil investigasi yang dilakukan oleh tim dari UPN Veteran Yogyakarta menemukan indikasi menarik sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.
Di kawasan tersebut terdapat singkapan batuan berwarna gelap yang memperlihatkan adanya gelembung gas pada genangan air.
Menurut Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Basuki Rahmad, gelembung tersebut diduga kuat merupakan gas metana yang berasal dari area rawa.
Temuan itu semakin memperkuat dugaan bahwa gas metana memiliki keterkaitan dengan rangkaian kebakaran yang terjadi.
Sarju Winardi juga menjelaskan bahwa gas metana dapat terperangkap pada benda-benda berpori seperti pakaian, sofa, dan kain.
Apabila terkumpul dalam jumlah tertentu dan berada pada kondisi yang mendukung, gas tersebut berpotensi memicu munculnya api.
Karena itu, ia menyarankan agar sirkulasi udara di dalam rumah diperbaiki dengan membuka ventilasi dan meningkatkan aliran udara menggunakan kipas angin.
Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi konsentrasi gas sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran misterius yang telah terjadi puluhan kali itu masih terus ditelusuri.
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dugaan terkait akumulasi gas metana menjadi petunjuk paling kuat yang sedang didalami oleh para ahli.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










