9 Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Sumbar, Fakta Tragisnya Terungkap

AKURAT BANTEN - Tim evakuasi menemukan 9 korban meninggal dunia setelah bencana tanah longsor menerjang area dekat tambang emas ilegal di Pulau Sumatera, Indonesia, pada 15 Mei, menurut keterangan pihak kepolisian.
Longsor terjadi pada 14 Mei ketika tebing di sekitar lokasi tambang ambruk di Distrik Sijunjung.
Saat kejadian, sejumlah penambang diketahui sedang bekerja sekitar 3 meter dari titik runtuhan, ujar juru bicara Kepolisian Sumatera Barat, Susmelawati Rosya.
"Lokasi ini memang tambang emas ilegal. Sembilan orang tewas sementara tiga lainnya berhasil menyelamatkan diri ketika tebing runtuh," katanya.
Baca Juga: Diam-Diam Indonesia dan AS Bangun Aliansi Pertahanan, China Kini Waspada
Petugas kepolisian bersama relawan segera melakukan proses pencarian dan penyelamatan.
Operasi evakuasi dilakukan dengan bantuan alat berat untuk mempercepat penggalian material longsor yang menimbun para korban.
Tambang ilegal tanpa izin masih banyak ditemukan di berbagai wilayah Asia Tenggara yang kaya sumber daya mineral.
Lokasi-lokasi tersebut kerap dimanfaatkan warga untuk mencari sisa bijih emas, meski sering kali tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.
Baca Juga: Fakta Menarik Rio, Panda Raksasa Pertama yang Lahir di Indonesia
Kasus kecelakaan tambang di Indonesia juga terus berulang, terutama akibat longsor yang sering terjadi saat musim hujan melanda sejumlah daerah pertambangan.
"Kami akan menyelidiki. Tentu saja, tambang akan ditutup, garis polisi sudah dipasang," kata Ibu Susmelawati, sambil menambahkan bahwa seluruh korban meninggal telah berhasil diidentifikasi.
Kelompok lingkungan hidup lokal WALHI mencatat sedikitnya 48 orang meninggal dunia di Sumatera Barat sejak 2012 akibat berbagai insiden di tambang emas ilegal.
"Kematian sembilan orang dalam tanah longsor di tambang emas ilegal di Kabupaten Sijunjung sekali lagi mengungkap kegagalan negara dalam melindungi warganya dari praktik penambangan ilegal yang merusak lingkungan dan merenggut nyawa," kata kelompok tersebut.
Sebelumnya, pada tahun lalu sedikitnya 18 orang meninggal setelah bebatuan runtuh di area tambang batu kapur di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.
Sementara pada 2024, sedikitnya 23 orang juga dilaporkan tewas akibat longsor di sekitar tambang emas ilegal di Pulau Sulawesi bagian tengah.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 2Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 3Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 4Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 5Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 6Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 7Pemilik Rumah Kontrakan Disebut Kena Pajak Baru 2027, Begini Fakta Sebenarnya dari Kemenkeu
- 8Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”
- 9Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”
- 10Bukan Cuma Soal Sponsor! Ini 4 Kesalahan Finansial Man City yang Kini Bisa Mengubah Nasib The Citizens








