Prabowo Tegas! Rp 10,2 Triliun dan Jutaan Hektare Lahan Hutan Berhasil Diselamatkan Negara

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan denda administratif senilai Rp 10.270.051.886.464 serta pengembalian lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektare dalam acara di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/05/2026).
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk menyelamatkan aset negara melalui penertiban kawasan hutan sekaligus pemberantasan korupsi.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa upaya penyelamatan aset negara itu bukan hanya agenda seremonial, melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat.
Menurut Kepala Negara, masyarakat kini menantikan hasil konkret dari kinerja pemerintah.
Baca Juga: Terungkap Donald Trump Beli Saham Raksasa Teknologi AS di Awal 2026
"Saya kira saudara-saudara, acara-acara seperti ini, jangan kita anggap hanya seremoni atau show, tapi, pandangan saya, keyakinan saya, bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti," ujar Presiden.
Presiden juga menjelaskan bahwa penyerahan kali ini menjadi yang keempat, dengan total nilai penyelamatan aset negara mencapai sekitar Rp 40 triliun.
Ia mengatakan, hasil penyelamatan kekayaan negara tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan fasilitas layanan publik, termasuk renovasi puskesmas dan sekolah di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Negara mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah mempercepat perbaikan sarana pendidikan nasional.
Baca Juga: IHSG Anjlok Usai MSCI Depak 6 Emiten Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya
Setelah merenovasi 17 ribu sekolah pada tahun lalu, pemerintah menargetkan perbaikan 70 ribu sekolah pada tahun ini dan 100 ribu sekolah pada tahun depan.
"Dan tahun depannya lagi kita juga selesaikan, nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki, semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan uang-uang tersebut akan hilang, dimakan para koruptor dan para maling-maling dan perampok-perampok tersebut," ujar Presiden.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo turut memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Kejaksaan, Kepolisian, TNI, BPKP, dan PPATK atas sinergi mereka dalam menjaga aset negara.
Presiden juga menegaskan bahwa penguasaan negara terhadap sumber daya alam merupakan amanat konstitusi yang harus dijalankan demi kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Ramai Larangan Nobar “Pesta Babi”, Yusril: Bukan Arahan Pemerintah
"Di manapun itu berada, bumi dan air, dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya itu perintah Undang-Undang Dasar 1945 harus dikuasai negara. Ini bukan gagasannya Prabowo Subianto. Ini bukan sesuatu yang kita karang. Ini adalah perintah pendiri-pendiri bangsa Indonesia," tegas Presiden.
Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa perjuangan menyelamatkan kekayaan negara akan terus dilanjutkan demi masa depan Indonesia dan generasi penerus bangsa.
"Ini harus berhenti dan kita akan berjuang keras untuk hentikan itu dengan segala risiko," pungkas Presiden.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 4Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 9Jude Bellingham Dapat Sinyal Besar dari Thomas Tuchel, Ban Kapten Inggris Bisa Segera Berpindah Tangan!
- 10Juventus Kembali Rugi Rp1,3 Triliun, Utang Tembus Rp6,5 Triliun: Langkah Besar Disiapkan!









