Khamenei Beri Peringatan Keras ke AS, Ancaman Perang Regional Menguat

AKURAT BANTEN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait potensi serangan militer terhadap negaranya.
Ia menegaskan bahwa setiap aksi agresi dari Washington tidak hanya akan berdampak pada Iran, tetapi juga berisiko memicu konflik berskala regional di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, menyusul langkah Presiden AS Donald Trump yang mengerahkan kelompok kapal induk ke wilayah sekitar Teluk. Situasi ini kembali memanaskan hubungan kedua negara yang dalam beberapa tahun terakhir kerap diwarnai ancaman dan sanksi.
Baca Juga: Gudang Dekorasi di Tangsel Ludes Terbakar, Empat Ruko Hangus dan Tiga Orang Luka-luka
Dalam pidatonya, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan gentar menghadapi tekanan maupun ancaman militer dari Amerika Serikat. Ia juga meminta rakyat Iran untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh manuver politik maupun militer yang dilakukan pihak luar.
"Orang-orang Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini akan menjadi perang regional," ujar Khamenei, Minggu (1/2), seperti dikutip dari AFP.
Menurut Khamenei, pengalaman konflik-konflik sebelumnya menunjukkan bahwa perang di kawasan Timur Tengah tidak pernah berhenti pada satu negara saja. Ia menilai, eskalasi militer terhadap Iran berpotensi menyeret negara-negara lain di kawasan ke dalam pusaran konflik yang lebih luas.
Baca Juga: Interpol Resmi Keluarkan Red Notice untuk Buron Riza Chalid, Lokasi Keberadaan Terlacak
Ia juga menekankan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dan tidak akan tinggal diam jika kedaulatannya dilanggar. Dalam beberapa kesempatan, Teheran memang kerap menyatakan siap merespons setiap ancaman dengan kekuatan penuh.
"Bangsa Iran tidak perlu takut pada ancaman. Tekanan dan intimidasi tidak akan membuat kami mundur," kata Khamenei dalam pernyataannya.
Sejumlah analis menilai peringatan ini mencerminkan kekhawatiran Iran terhadap meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan, sekaligus menjadi sinyal politik bahwa Teheran tidak ingin konflik terbuka, namun siap menghadapi segala kemungkinan terburuk.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Imbau Pasar Tetap Tenang Jelang Pembukaan Bursa
Mengutip laporan AFP, pernyataan Khamenei ini disampaikan di tengah upaya diplomatik yang stagnan serta memburuknya hubungan Iran-AS, terutama sejak penarikan Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran dan penerapan kembali sanksi ekonomi yang berat.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gedung Putih terkait peringatan terbaru tersebut. Namun, situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan tetap tegang, seiring saling kirim pesan keras antara Teheran dan Washington.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










