Banten

Swasembada Beras Melaju Cepat Mentan Sebut Dukungan Daerah Jadi Penentu Keberhasilan

Moehamad Dheny Permana | 23 Januari 2026, 06:20 WIB
Swasembada Beras Melaju Cepat Mentan Sebut Dukungan Daerah Jadi Penentu Keberhasilan

Akurat Banten - Indonesia menorehkan capaian penting di sektor pangan setelah pemerintah memastikan swasembada beras dapat diraih lebih cepat dari rencana awal berkat dukungan solid pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut peran kepala daerah menjadi elemen krusial yang mempercepat tercapainya target swasembada pangan nasional, khususnya beras.

Pernyataan tersebut disampaikan Mentan saat menghadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia di Batam, Kepulauan Riau, yang menyoroti penguatan sinergi pusat dan daerah.

Menurut Amran, kolaborasi yang intens antara pemerintah pusat dan daerah mampu mendorong peningkatan produksi secara signifikan di berbagai wilayah sentra pertanian.

“Dukungan kepala daerah menjadi faktor kunci keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan khususnya swasembada beras yang terwujud lebih cepat dari target yang ditetapkan,” kata Amran.

Ia mengungkapkan bahwa target awal swasembada beras yang dirancang dalam empat tahun justru bisa direalisasikan hanya dalam waktu satu tahun.

“Karena beliau-beliau, kita targetkan swasembada dalam waktu empat tahun tapi alhamdulillah karena support-nya Bupati dan Wali Kota se-Indonesia sehingga swasembada dicapai dalam waktu satu tahun,” ujarnya.

Amran pun menyampaikan apresiasi terbuka kepada seluruh kepala daerah yang aktif mengawal sektor pertanian di wilayah masing-masing.

Ia menilai pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan perluasan tanam, pengamanan distribusi, hingga perlindungan terhadap petani di lapangan.

Sinergi lintas level pemerintahan, menurut Amran, menjadi fondasi utama dalam membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

“Kami ucapkan terima kasih yang luar biasa atas support-nya terhadap sektor pertanian,” kata Amran.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian harus menjadi prioritas utama jika Indonesia ingin melangkah menuju visi besar sebagai negara maju dan berdaya saing global.

Baca Juga: Rupiah Hampir Tembus Rp17.000, Menkeu Yakin Penguatan Tinggal Menunggu Waktu

“Kalau ingin negara menjadi negara super power, negara yang menuju Indonesia emas, kita harus kawal sektor pertanian,” ucapnya.

Ke depan, Kementerian Pertanian juga akan mendorong penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

Hilirisasi akan difokuskan pada komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional seperti kelapa, kakao, dan jambu mete.

“Kemudian ke depan kita hilirisasi untuk meningkatkan pendapatan petani kita,” jelas Amran.

Di sisi lain, Mentan menegaskan Indonesia tidak akan membuka keran impor beras karena stok nasional dinilai sangat mencukupi.

Cadangan beras pemerintah bahkan sempat mencetak rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025 dan masih berada di kisaran aman pada awal 2026.

Selain stok yang kuat, produksi padi nasional juga terus menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.

Data Badan Pusat Statistik melalui Kerangka Sampel Area mencatat produksi beras tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton atau naik lebih dari 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tidak boleh impor beras, kita sudah swasembada, stok kita melimpah,” tegas Amran.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain-main dengan kebijakan pangan karena menyangkut hajat hidup jutaan petani.

“Jangan mempermainkan nasib rakyat, itu ada petani padi 115 juta orang,” katanya.

Baca Juga: Tangsel Guyur Rp5,7 Miliar ke Serang, Nasib Sampah di TPAS Cilowong Akhirnya Beres?

Capaian swasembada pangan ini juga mendapat pengakuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Presiden mengumumkan keberhasilan tersebut dalam acara di Karawang, Jawa Barat, pada awal Januari lalu.

“Waktu saya dilantik saya beri target swasembada empat tahun, satu tahun kita sudah swasembada,” ujar Presiden Prabowo.

Pemerintah pun menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas pangan nasional melalui kebijakan yang berpihak kepada petani dan penguatan kerja sama pusat dan daerah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.