Banten

TERUNGKAP! 19 Tusukan yang Mengiris Hati: Rekonstruksi Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon Beberkan Kekejaman Pelaku

Saeful Anwar | 15 Januari 2026, 16:04 WIB
TERUNGKAP! 19 Tusukan yang Mengiris Hati: Rekonstruksi Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon Beberkan Kekejaman Pelaku

AKURAT BANTEN– Suasana di Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, mendadak mencekam pada Rabu (15/1/2025) siang.

Puluhan petugas kepolisian bersenjata lengkap menyisir lokasi, sementara garis polisi melintang membatasi kerumunan warga yang dipenuhi rasa geram dan duka.

Hari ini, tabir gelap di balik kematian tragis MA (9), putra dari salah satu politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, mulai tersingkap dalam rekonstruksi yang digelar Polres Pandeglang.

Baca Juga: Putra Menkeu Purbaya, Yudo Sadewa Sebut Yaqut Cholil Dengan Sentilan Menohok di Medsos Soal Korupsi Kuota Haji

Pelaku Utama Dihadirkan: Tatapan Tajam di Tengah Hujatan

Untuk pertama kalinya sejak penangkapan yang menegangkan beberapa waktu lalu, pelaku utama dihadirkan langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Mengenakan baju tahanan, pelaku tampak memperagakan detik-detik aksi kejinya di dalam rumah korban.

Proses rekonstruksi ini bukan sekadar formalitas hukum.

Kehadiran tersangka bertujuan untuk menyinkronkan keterangan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan fakta di lapangan.

"Kehadiran tersangka sangat penting untuk memperjelas kronologi tindakan dan memastikan tidak ada detail yang terlewat sebelum dilimpahkan ke persidangan," tegas Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Yoga Tama.

Baca Juga: Di Tengah Isu Nikah Siri, Inara Rusli Singgung Karma Masa Lalu Soal Perselingkuhan Virgoun

Tragedi 19 Tusukan: Berawal dari Gagal Bobol Brankas

Fakta yang terungkap dalam penyidikan sementara sungguh menyayat hati.

Korban yang masih berusia sembilan tahun tersebut harus meregang nyawa dengan cara yang sangat sadis.

Hasil autopsi menunjukkan adanya 19 luka tusukan di tubuh mungil MA.

Ironisnya, nyawa bocah tak berdosa ini melayang hanya karena motif ekonomi yang gagal.

Pelaku diduga gelap mata setelah upayanya membobol brankas di rumah korban tidak membuahkan hasil.

Dalam kepanikan dan amarah, ia melampiaskan kegagalannya kepada MA yang berada di lokasi.

Baca Juga: Viral Foto Nisa Diterima Garuda Indonesia Setelah Ketahuan Nyamar, Ternyata Ini Fakta di Baliknya!

Isak Tangis Keluarga dan Pengawalan Ketat

Keluarga dan kerabat korban yang hadir di sekitar lokasi tak kuasa menahan emosi. Isak tangis pecah saat pelaku dibawa masuk ke dalam rumah.

Bagi keluarga, rekonstruksi ini adalah momen menyakitkan namun perlu, demi menuntut keadilan tertinggi bagi mendiang MA.

Polisi terpaksa melakukan sterilisasi ketat di sekitar rumah korban untuk menghindari amuk massa yang emosi melihat tampang pelaku.

Dengan selesainya rekonstruksi ini, berkas perkara pembunuhan berencana ini akan segera dirampungkan oleh penyidik.

Publik kini menanti hukuman maksimal bagi pelaku yang telah tega menghabisi nyawa anak di bawah umur dengan cara yang sangat brutal.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya keamanan lingkungan, sekaligus duka mendalam bagi dunia perpolitikan dan warga Cilegon atas hilangnya nyawa seorang putra daerah yang masih sangat belia (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman