Banten

Eskalasi AS–Venezuela Dinilai Tak Mengguncang Ekonomi RI, Pasar Saham Justru Tunjukkan Sinyal Optimistis

Moehamad Dheny Permana | 6 Januari 2026, 20:15 WIB
Eskalasi AS–Venezuela Dinilai Tak Mengguncang Ekonomi RI, Pasar Saham Justru Tunjukkan Sinyal Optimistis

Akurat Banten - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai dinamika politik yang memanas antara Amerika Serikat dan Venezuela sejauh ini belum menimbulkan dampak berarti terhadap kondisi perekonomian Indonesia, terutama pada pergerakan pasar saham nasional.

Ia mengungkapkan bahwa respons pasar modal domestik setelah mencuatnya eskalasi politik tersebut justru cenderung menunjukkan sentimen yang positif dan tidak sejalan dengan kekhawatiran sebagian pihak.

“Kalau saya lihat sih agak jauh, kalau anda lihat pasar saham kan malah naik kan, jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya, tapi itu yang dilihat pasar,” ujar Purbaya.

Purbaya menjelaskan bahwa dari sudut pandang ekonomi makro, potensi rambatan konflik antara AS dan Venezuela ke Indonesia tergolong sangat terbatas dan tidak menimbulkan tekanan besar.

Ia menilai posisi Venezuela dalam peta ekonomi global, khususnya sektor energi, tidak lagi sekuat beberapa dekade lalu sehingga dampaknya terhadap stabilitas internasional relatif kecil.

Menurut Purbaya, Venezuela sudah cukup lama tidak berperan aktif di pasar minyak dunia karena keterbatasan kapasitas produksi yang dimiliki negara tersebut.

Kondisi tersebut membuat gejolak politik yang melibatkan Venezuela tidak serta-merta memengaruhi harga energi secara signifikan maupun mengguncang rantai pasok global.

Selain itu, Purbaya juga menyinggung pergerakan nilai tukar rupiah yang hingga kini belum menunjukkan kecenderungan negatif akibat isu geopolitik tersebut.

Baca Juga: Bloomberg Intelligence Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh hingga 2026 di Tengah Tekanan Pasar Keuangan

Ia menegaskan bahwa tekanan terhadap mata uang nasional tidak terlihat dan justru ada peluang sentimen yang mengarah ke arah positif.

“Harusnya positif,” imbuh Purbaya.

Sejalan dengan pernyataan pemerintah, pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa turut menilai bahwa kinerja Indeks Harga Saham Gabungan masih ditopang kuat oleh faktor-faktor domestik.

Reydi mengatakan bahwa stabilitas makroekonomi nasional menjadi bantalan utama bagi IHSG di tengah munculnya isu konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela.

“Penguatan IHSG hari ini lebih didorong sentimen domestik dan regional, bukan konflik AS dan Venezuela,” ujar Reydi.

Ia menjelaskan bahwa pelaku pasar cenderung menilai konflik tersebut belum memiliki dampak sistemik terhadap pasar keuangan global.

Menurutnya, selama tidak ada gangguan besar terhadap arus perdagangan internasional maupun sistem keuangan global, investor cenderung tetap tenang dan rasional.

Reydi menambahkan bahwa absennya sinyal risiko global yang signifikan membuat aksi jual besar-besaran tidak terjadi di pasar saham Indonesia.

Dari sisi internal, ia menyebut terdapat sejumlah faktor yang memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar domestik.

Stabilitas indikator makroekonomi, seperti inflasi yang terjaga dan kebijakan fiskal yang relatif kredibel, menjadi fondasi penting bagi optimisme pasar.

Selain itu, suasana awal tahun yang biasanya diwarnai ekspektasi positif turut mendorong minat investor untuk kembali masuk ke pasar saham.

Reydi juga mencermati adanya rotasi dana ke sektor-sektor tertentu yang dinilai lebih tahan terhadap ketidakpastian global.

Baca Juga: ESDM Pastikan Gejolak AS Venezuela Tak Ganggu BBM Nasional, Pemerintah Tetap Siaga Pantau Pasar Global

Ia menyebut saham-saham di sektor komoditas, khususnya energi dan emas, menjadi incaran karena berpotensi diuntungkan di tengah situasi geopolitik yang belum sepenuhnya stabil.

Menurutnya, pergeseran minat investor tersebut turut membantu menopang pergerakan IHSG agar tetap berada di jalur positif.

Dengan kombinasi sentimen domestik yang solid dan minimnya dampak langsung dari konflik AS–Venezuela, Reydi menilai pasar saham Indonesia masih memiliki ruang untuk bergerak stabil dalam jangka pendek.

Ia menekankan bahwa selama faktor fundamental domestik tetap terjaga, gejolak eksternal yang bersifat terbatas tidak akan mudah menggoyahkan kepercayaan investor.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.