ESDM Pastikan Gejolak AS Venezuela Tak Ganggu BBM Nasional, Pemerintah Tetap Siaga Pantau Pasar Global

Akurat Banten - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela sejauh ini belum membawa pengaruh berarti terhadap ketersediaan bahan bakar minyak di dalam negeri.
Pemerintah memastikan pasokan BBM nasional masih berada dalam kondisi aman dan terkendali meskipun dinamika politik global terus bergerak cepat dan penuh ketidakpastian.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi gangguan baik pada suplai maupun harga BBM akibat situasi di Venezuela.
Menurut Laode, Indonesia tidak bergantung pada minyak mentah dari Venezuela sehingga eskalasi konflik di kawasan tersebut tidak berdampak langsung terhadap rantai pasok energi nasional.
“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” ujar Laode.
Ia menekankan bahwa struktur pasokan minyak mentah Indonesia berasal dari berbagai negara lain yang relatif lebih stabil sehingga risiko gangguan dapat diminimalkan.
Meski demikian, Laode menegaskan pemerintah tidak lengah dan tetap menjalankan langkah antisipatif untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi pasar energi global.
Pemantauan terhadap perkembangan geopolitik dunia, termasuk potensi dampaknya terhadap harga minyak mentah internasional, terus dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah.
“Antisipasi itu selalu ada,” kata Laode.
Baca Juga: Hutan Bambu Senilai Rp1,8 Miliar di Cisoka Tangerang Tuai Pro Kontra, Pemkab Beri Penjelasan
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada aktivitas perusahaan Indonesia yang memiliki keterkaitan bisnis di Venezuela.
PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi sebelumnya telah memberikan pernyataan resmi terkait kepemilikan sahamnya di Maurel & Prom yang memiliki salah satu aset operasi di Venezuela.
PIEP menjelaskan bahwa perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas M&P dengan porsi kepemilikan mencapai 71,09 persen.
Berdasarkan hasil pemantauan internal yang dilakukan hingga saat ini, PIEP memastikan tidak terdapat gangguan terhadap aset maupun keselamatan staf M&P yang beroperasi di wilayah Venezuela.
Perusahaan menegaskan kondisi operasional masih berjalan normal meskipun situasi geopolitik di kawasan tersebut mengalami dinamika.
Sebagai bentuk kehati-hatian, PIEP juga terus melakukan pengawasan secara ketat serta menjalin koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perlindungan maksimal terhadap kepentingan perusahaan dan sumber daya manusia Indonesia di luar negeri.
Dalam kesempatan yang sama, Laode turut menyinggung arah kebijakan energi pemerintah pada 2026 yang menargetkan pengurangan signifikan terhadap ketergantungan impor solar.
Pemerintah, kata dia, berupaya memperkuat produksi energi dalam negeri sebagai fondasi utama ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Jambret Beraksi di Kelapa Gading Saat Korban Hendak Beribadah Polisi Buru Pelaku
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pengoperasian proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan yang ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2026.
Laode menyebut keberadaan RDMP Balikpapan menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemandirian pasokan solar nasional.
“Tahun 2026 ini sesuai yang sudah diumumkan oleh Pak Menteri, bahwa solar itu nanti sudah kita tidak impor lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan solar nasional nantinya akan sepenuhnya dipenuhi dari produksi kilang dalam negeri setelah proyek tersebut beroperasi.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap stabilitas pasokan energi nasional dapat lebih terjaga sekaligus mengurangi kerentanan terhadap gejolak global.
Laode menutup pernyataannya dengan menyampaikan bahwa perkembangan proyek RDMP Balikpapan serta kebijakan lanjutan di sektor energi akan diumumkan secara resmi sesuai mekanisme yang berlaku.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 4Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC




