Mobil Penjernih Air Dikirim ke Aceh, Kemenkopolkam Perkuat Respons Kemanusiaan Pasca Bencana

Akurat Banten - Pemerintah pusat memperkuat respons kemanusiaan bagi korban bencana alam di Aceh dengan mengirimkan satu unit mobil penjernih air guna menjamin kebutuhan air bersih warga terdampak.
Pengiriman bantuan tersebut dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sebagai bagian dari langkah cepat pemerintah dalam mendukung pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Menkopolkam Djamari Chaniago kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Posko Pendampingan BNPB yang berlokasi di Shelter Galaxy, kawasan Bandara Sultan Iskandar Muda.
Mobil penjernih air itu diterima langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, yang akan mengoordinasikan pemanfaatannya di lapangan.
Dalam sambutannya, Djamari menegaskan bahwa duka yang dialami warga Aceh juga dirasakan oleh pemerintah pusat.
“Masalah ini bukan hanya masalah Bapak dan Ibu di sini, tapi masalah kita semua, dan kami di pusat juga ikut merasakan kesedihan yang sama,” ujar Djamari.
Baca Juga: Geger! Kasus Pelecehan Bocah SMP di Pemalang: Damai Rp100 Juta dan Sorotan Tajam Keterlibatan Kades
Ia mengajak seluruh pihak untuk saling menguatkan dan bergotong royong menghadapi situasi sulit akibat bencana alam tersebut.
Sebelum mobil penjernih air digunakan, Djamari meminta agar seluruh perangkat diuji coba lebih dahulu demi memastikan fungsinya berjalan optimal.
Langkah itu dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat pengungsi.
Usai penyerahan bantuan air bersih, Menkopolkam melanjutkan agenda peninjauan ke Kabupaten Bireuen.
Beberapa titik yang dikunjungi antara lain Posko Pengungsian Desa Balee Panah di Kecamatan Juli serta lokasi perbaikan Jembatan Teupin Mane dan Jembatan Teupin Reudeup.
Di Posko Pengungsian Desa Balee Panah, Djamari kembali menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa bahan pangan, pakaian, dan perlengkapan ibadah.
Berdasarkan data petugas, posko tersebut saat ini menampung sekitar 900 warga yang terdampak bencana.
Djamari juga meninjau langsung kondisi dapur umum, ketersediaan logistik, hingga pasokan air bersih yang menjadi kebutuhan mendesak para pengungsi.
Selain itu, ia mengecek kesiapan layanan kesehatan, jumlah tenaga medis, serta kondisi petugas lapangan yang bertugas setiap hari.
Pemerintah, kata dia, ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dengan baik selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa penanganan bencana di sejumlah daerah yang ia kunjungi berada dalam kondisi terkendali.
Presiden menilai pelayanan terhadap pengungsi berjalan cukup baik meski terdapat kendala alam dan teknis di beberapa lokasi.
“Saya lihat keadaan terkendali, pelayanan kepada pengungsi baik, dan suplai pangan cukup,” kata Prabowo di Lanud Soewondo, Medan.
Pemerintah berkomitmen terus memantau dan mempercepat pemulihan agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dari bencana.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik










