Banten

Korban WNI Bertambah, Pemerintah Percepat Pemulangan Jenazah Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court Hong Kong

Andi Syafrani | 1 Desember 2025, 08:52 WIB
Korban WNI Bertambah, Pemerintah Percepat Pemulangan Jenazah Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court Hong Kong

AKURAT BANTEN - Tragedi kebakaran besar di kawasan apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong masih menjadi perhatian banyak pihak di Indonesia. Kebakaran yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025 itu melahap tujuh blok hunian dan memicu salah satu insiden paling mematikan di kota tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Saat kejadian, api langsung menjalar cepat ke beberapa bangunan, menyebabkan kepanikan hebat di antara para penghuni.

Laporan awal menyebutkan 128 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya dirawat intensif di 15 rumah sakit berbeda di Hong Kong. Angka itu kini terus diperbarui seiring proses identifikasi yang berlangsung.

Baca Juga: Gajah Tesso Nilo Punah? Rentetan Banjir Bandang Sumatra Buat Populasi Gajah di Taman Nasional Tesso Nilo Terancam Hilang

Perkembangan terbaru menunjukkan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal juga bertambah. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan dua WNI tambahan ditemukan dalam daftar korban jiwa sehingga totalnya menjadi sembilan orang. Jumlah korban luka dari Indonesia pun naik menjadi tiga orang.

“Rilis data korban insiden kebakaran dari Hong Kong Police Force hari ini (30 November 2025), jumlah WNI korban meninggal dunia bertambah 2 orang dan korban luka-luka bertambah 1 orang,” demikian keterangan tertulis Kemlu, Minggu, 30 November 2025.

“Dengan demikian, total jumlah WNI korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi menjadi 9 orang dan korban luka-luka menjadi 3 orang,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga: Geger di Kembangan, Warga Temukan Bayi Dalam Plastik Merah: Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

Di tengah proses identifikasi korban, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk mendampingi keluarga korban.

Tim ini bertugas memastikan proses pemulangan jenazah berjalan lancar sekaligus menjadi penghubung informasi antara keluarga dan otoritas setempat.

“Tim Family Engagement ini tugasnya untuk repatriasi jenazah,” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, di Jakarta, Minggu, 30 November 2025.

Baca Juga: Pertamina Kerahkan Energi Penuh untuk Pacu Aksi Kemanusiaan di Sumatera

“Termasuk menyampaikan penjelasan kapan kepulangan jenazah, dan detail-detail lain agar para keluarga memperoleh informasi,” imbuhnya.

Kronologi kebakaran sendiri dimulai pada pukul 14.51 waktu setempat ketika api muncul dari salah satu blok apartemen. Dalam hitungan menit, kobaran membesar, memuntahkan asap hitam pekat dan merambat ke perancah bambu yang terpasang di sisi bangunan.

Perancah tersebut, yang umum digunakan untuk renovasi di Hong Kong, justru mempercepat penyebaran api karena mudah terbakar.

Baca Juga: Jawa Tengah Mantap Jadi Episentrum Kebangkitan Petani Lewat Gerakan Tani Merdeka

Awalnya, insiden ini dikategorikan sebagai alarm nomor 1. Namun kondisi di lapangan memburuk dengan cepat. Status meningkat menjadi nomor 4 hanya dalam 40 menit, kemudian mencapai level tertinggi, alarm nomor 5, pada pukul 18.22. Di Hong Kong, level 5 menandakan situasi kebakaran paling berbahaya dan sulit dikendalikan.

Di tengah kepanikan, polisi menerima ratusan laporan tentang warga yang terjebak di unit-unit apartemen. Rekaman di lokasi menunjukkan jaring hijau pelindung yang biasanya melapisi perancah bambu terlihat runtuh dalam keadaan terbakar, memperparah situasi dan menyulitkan proses evakuasi.

Sejauh ini, otoritas Hong Kong telah menahan 11 orang untuk dimintai keterangan. Pemerintah setempat memastikan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk membuka kemungkinan adanya unsur kelalaian atau tindakan kriminal dalam insiden yang menyisakan duka mendalam ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC