Banten

Jawa Tengah Mantap Jadi Episentrum Kebangkitan Petani Lewat Gerakan Tani Merdeka

Moehamad Dheny Permana | 30 November 2025, 23:33 WIB
Jawa Tengah Mantap Jadi Episentrum Kebangkitan Petani Lewat Gerakan Tani Merdeka

Akurat Banten - Jawa Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang memiliki kekuatan besar di sektor pertanian.

Dalam sebuah agenda di Semarang, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa provinsi yang dipimpinnya siap menjadi pusat penggerak Gerakan Tani Merdeka.

Menurutnya, keunggulan Jawa Tengah bukan hanya pada luas wilayah, tetapi pada kemampuan masyarakatnya menjaga tradisi bertani dari generasi ke generasi.

“Dari luasan wilayah tiga juta hektare, satu juta hektare di antaranya merupakan lahan pertanian,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan lahan tersebut memberi kontribusi signifikan terhadap upaya Indonesia menjaga ketersediaan pangan secara nasional.

Gubernur menyatakan kesiapan Jawa Tengah bukan sebatas komitmen, tetapi didukung realitas lapangan yang menunjukkan betapa besar kekuatan petani di daerah ini.

Gerakan Tani Merdeka, menurutnya, dapat menjadi ruang baru bagi petani untuk memperkuat posisi mereka dalam rantai produksi pangan.

Ia juga menilai bahwa gerakan tersebut mampu menghadirkan pola kerja sama antarpelaku pertanian yang lebih solid, mulai dari kelompok kecil hingga jejaring yang lebih luas.

Di sisi lain, Ketua Umum Gerakan Tani Merdeka Sudaryono menyampaikan pandangannya mengenai dinamika organisasi yang sedang berkembang cepat ini.

Baca Juga: Puncak Pekan Semarak Hari Guru Nasional 2025, Wakil Ketua DPRD Banten Imron Rosadi Tekankan Penguatan Ketahanan Moral

Sudaryono menegaskan bahwa Gerakan Tani Merdeka lahir dari kebutuhan nyata petani untuk memiliki wadah perjuangan yang independen dan berpihak pada kepentingan akar rumput.

“Tani Merdeka ini organisasi baru yang lahir, tumbuh, dan besar di Jawa Tengah,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan bahwa karakter gerakan ini terletak pada kemampuannya menjangkau wilayah pedesaan, tempat mayoritas petani menggantungkan hidup.

Gerakan tersebut, lanjutnya, tidak bertumpu pada struktur yang rumit, tetapi pada kesediaan para anggotanya bekerja dengan militansi tinggi.

Sudaryono menambahkan bahwa semangat para petani dalam gerakan ini menjadi modal besar yang tidak bisa diremehkan.

“Gerakan kami bukan mengandalkan struktur, tetapi komitmen anggota di lapangan,” ungkapnya.

Saat ini, Gerakan Tani Merdeka sudah memiliki lebih dari 7.500 koordinator desa yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Tengah.

Keberadaan para koordinator ini menjadikan gerakan tersebut mampu bergerak cepat dalam merespons persoalan pertanian di tingkat lokal.

“Hampir semua desa yang ada pertaniannya itu ada Kordes Tani Merdeka,” ujar Sudaryono.

Dengan jangkauan yang luas tersebut, ia optimistis Gerakan Tani Merdeka dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sudaryono juga menilai bahwa gerakan ini mempunyai peluang besar untuk menjadi model pemberdayaan petani yang dapat diterapkan di provinsi lain.

Para petani, menurutnya, kini memiliki ruang lebih besar untuk berorganisasi, bertukar gagasan, dan menentukan arah kebijakan yang lebih memihak kebutuhan mereka.

Gerakan Tani Merdeka pun dinilai mampu menjadi jembatan antara petani dan pemerintah daerah untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.

Baca Juga: Menggetarkan Hati! Tangis Haru Dewi Perssik Pecah Saat Anak Angkat Resmi Jadi Taruna Akmil, Pesan Wasiatnya: Jangan Tinggalkan Salat!

Dengan dukungan pemerintah provinsi serta militansi anggota di tingkat desa, gerakan ini diyakini akan memainkan peran penting dalam perjalanan sektor pertanian Indonesia ke depan.

Jawa Tengah pun semakin kokoh sebagai salah satu pilar utama penyokong kedaulatan pangan nasional.

Jika ingin versi yang lebih ringkas, lebih formal, atau dengan tone investigatif, saya bisa buatkan juga.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.