Jembatan Harapan di Soppeng Bangkitkan Asa Anak Pelosok Menuju Sekolah

Akurat Banten - Pembangunan jembatan gantung di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mulai menghadirkan secercah harapan bagi ratusan warga yang selama ini terjebak dalam keterbatasan akses.
Sejak lama, masyarakat di Kecamatan Marioriwawo harus berhadapan dengan aliran sungai yang menjadi pemisah tiga desa Watu, Mariritenggae, dan Marioriaja hanya untuk menuju sekolah, pasar, atau fasilitas umum lainnya.
Kini, upaya tersebut mendapatkan titik terang setelah Polri menurunkan personel Brimob untuk mengerjakan jembatan sepanjang 20 meter di kawasan tersebut.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Prabowo Subianto yang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah-wilayah terisolasi.
Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Ridwan menegaskan bahwa pihaknya menurunkan satu peleton personel dengan kemampuan vertical rescue dan light field engineering untuk memastikan jembatan dapat dibangun secara aman dan cepat.
“Polri menegaskan komitmen untuk hadir dan bekerja dalam urusan keselamatan rakyat, terutama pemenuhan akses pendidikan bagi generasi muda di pelosok negeri,” ujar Ridwan.
Ia menyebutkan bahwa selama bertahun-tahun warga hanya mengandalkan rakit serta ban mobil bekas sebagai alat penyeberangan, bahkan anak-anak sekolah harus mempertaruhkan keselamatan setiap pagi.
Baca Juga: Insentif Otomotif Dinilai Jadi Kunci Menahan Krisis Pasar dan Menjaga Nafas Industri Nasional
Upaya swadaya masyarakat sebenarnya sudah dilakukan, namun menurut Ridwan, keterbatasan teknis membuat pembangunan tak pernah meraih progres berarti.
“Kehadiran Brimob menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus wujud nyata kehadiran negara,” kata Ridwan.
Proses pembangunan kini sudah mencapai sekitar 15 persen dan dikerjakan bersama masyarakat melalui sistem gotong royong yang terus digalakkan setiap hari.
Ridwan berharap agar seluruh proses berlangsung lancar sehingga manfaat jembatan dapat segera dirasakan oleh para pelajar dan warga di tiga desa tersebut.
Pembangunan ini, katanya, juga menjadi simbol bahwa negara tidak tinggal diam dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan.
“Polri memastikan bahwa penugasan ini bukan sekadar respon administratif, tetapi aksi nyata yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo sebelumnya menyoroti masih adanya anak-anak di daerah terpencil yang harus menyeberangi sungai demi bisa belajar.
Dalam pidatonya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025, Presiden menggambarkan betapa sulitnya perjuangan para pelajar di pelosok yang setiap hari berangkat dengan kondisi pakaian basah.
Baca Juga: Banyak Alih Fungsi Lahan, DPRD Tangerang Dorong Revisi Perda RTRW
“Ini adalah anak-anak yang tiap hari sekolah harus nyeberang sungai,” ujar Presiden.
Ia menambahkan bahwa situasi ini “membuat mereka mempertaruhkan nyawa untuk sekolah, tiap hari pakaian mereka basah di ruang kelas.”
Seruan Presiden tersebut menjadi pemicu percepatan berbagai inisiatif, termasuk pengerahan Brimob untuk membantu pembangunan jembatan yang diharapkan dapat menjadi akses permanen bagi warga Soppeng.
Dengan semakin nyata progres pembangunan, masyarakat menaruh harapan besar bahwa jembatan ini kelak akan menjadi pintu perubahan menuju masa depan yang lebih aman dan layak bagi anak-anak desa.
Keberadaan jembatan gantung ini sekaligus menjadi pengingat bahwa akses pendidikan layak adalah hak semua warga negara, tidak peduli seberapa terpencil wilayah mereka.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes Merah Putih, Siapa yang Paling Diuntungkan?
- 2Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 3Waspada! Torasera Koperasi Merah Putih Disorot, Agus Sulistriyono Ingatkan Ancaman Calo dan Kongkalikong
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5Gila! Lamine Yamal Lampaui Statistik Messi dan Ronaldo di Liga Champions, Angkanya Bikin Melongo
- 6Brasil Pernah Bantai Thailand dan Vietnam 9-1, Kini Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3!
- 7Fantastis! Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Bisa Rp9,3 Juta, Ternyata Ini Penentuannya
- 8Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 9Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 10Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya









