REVOLUSI RODA TIGA! Dari Kantong Pribadi, Presiden Prabowo Kirim Ratusan Becak Listrik 'Made in Pindad' untuk Pahlawan Jalanan

Sebuah Kisah Kepedulian yang Mengubah Hidup: Meringankan Beban Penarik Becak Lanjut Usia
AKURAT BANTEN– Sebuah inisiatif kemanusiaan yang menyentuh hati diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bukan menggunakan anggaran negara, melainkan murni dari kantong pribadinya, Presiden Prabowo menyalurkan bantuan ratusan unit becak listrik canggih kepada para penarik becak di berbagai kota di Indonesia, menandai babak baru bagi transportasi tradisional.
Program monumental ini diimplementasikan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Ketua Umum GSN, Teguh Arief Indratmoko, mengungkapkan bahwa inisiatif ini berakar dari empati yang mendalam.
"Beliau (Prabowo) tersentuh melihat seorang pengemudi becak usia 70 tahun, kurus, penuh peluh, kulitnya hitam terbakar matahari. Dari situ muncul inisiatif membuat becak listrik agar meringankan pekerjaan mereka," ujar Teguh.
Inovasi Lokal, Dampak Nasional: Becak Listrik "Made in Pindad"
Bantuan yang diberikan bukanlah barang biasa. Setiap unit becak listrik, yang bernilai sekitar Rp 23 juta, merupakan produk inovasi kebanggaan dalam negeri yang diproduksi oleh PT Pindad.
Becak canggih ini disalurkan sepenuhnya secara cuma-cuma, menjadikannya hadiah yang tak ternilai bagi para penerima.
Target ambisius pun dicanangkan. GSN menargetkan penyaluran 10.000 unit pada tahun ini, dan angka tersebut akan melonjak drastis menjadi 30.000 unit pada tahun 2026.
Distribusi bantuan ini tidak hanya berpusat di Tangerang (dengan 140 unit tahap awal), tetapi juga telah menjangkau Tegal, Pekalongan, Kendal (140 unit), dan Demak (100 unit).
"Selama ada populasi becak, semuanya akan dikasih," tegas Teguh, menjamin program ini akan merata ke seluruh daerah di Indonesia secara bertahap.
Fokus Penerima: Mengutamakan Pahlawan Jalanan Lanjut Usia
Pada tahap awal, kriteria penerima difokuskan pada penarik becak berusia 70 tahun ke atas, sebuah penghormatan kepada mereka yang terus berjuang di usia senja.
Kriteria ini kemudian diturunkan menjadi 60 tahun, dan bertahap akan disesuaikan.
Seperti yang disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, program ini adalah bantuan langsung dari Presiden untuk masyarakat, dengan kriteria usia di atas 50 tahun di beberapa wilayah.
Novrizal Tahar, Deputi BP Taskin RI, juga menekankan bahwa bantuan ini merupakan wujud komitmen nyata untuk membantu masyarakat agar lebih hemat tenaga dan meningkatkan pendapatan.
Dukungan Purna Jual dan Harapan Kesejahteraan
GSN memastikan program ini berkelanjutan dengan menyediakan pelatihan penggunaan dan perawatan.
Tim teknis dan bengkel-bengkel mitra disiapkan untuk layanan purna jual.
Para penerima menyambut gembira bantuan yang meringankan beban mereka. Koderi (51) dari Kendal mengucapkan terima kasih, "Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga, karena pekerjaan saya dari dulu menjadi tukang becak."
Di Demak, Sumadi (69) mengaku senang karena tidak perlu lagi mengayuh, "Jadi lebih menghemat tenaga, tidak terlalu capek."
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dan Bupati Demak, Eisti’anah, sama-sama menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden kepada masyarakat kecil.
Bupati Demak bahkan berpesan, "Saya berharap bantuan ini tidak dijual dan dapat meringankan tenaga bapak-bapak, dan mendapatkan banyak rejeki."
Secara keseluruhan, inisiatif becak listrik ini bukan hanya tentang transportasi yang ramah lingkungan, tetapi juga merupakan narasi kuat tentang kehadiran dan kepedulian seorang pemimpin terhadap kesejahteraan rakyat kecil, membuktikan bahwa solidaritas nasional dapat lahir dari inisiatif pribadi yang berdampak masif. (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik









