Masjid Jadi Garda Ekonomi Umat, Kemenag dan Baznas Luncurkan Skema Pinjaman Lunak Lawan Pinjol

Akurat Banten - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) resmi meluncurkan program Baznas Microfinance Masjid (BMM) – Masjid Berdaya Berdampak (MADADA) sebagai langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari jeratan judi online dan pinjaman online ilegal.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan bahwa dua masalah tersebut kini menjadi ancaman serius bagi ketahanan sosial dan ekonomi keluarga.
“Ini dua mata rantai yang merusak masyarakat. Melalui BMM-MADADA yang dikelola takmir masjid, kita dapat meminimalisasi orang agar tidak terjerumus pada judol dan pinjol,” ujarnya.
Program ini dirancang dengan mengoptimalkan peran masjid bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Melalui skema pinjaman lunak tanpa bunga, umat yang memiliki usaha namun terkendala modal dapat mengakses pembiayaan yang lebih aman dan terjangkau.
Arsad menekankan bahwa fenomena judi online dan pinjol telah merambah hingga kelompok masyarakat penerima bantuan sosial.
“Banyak keluarga miskin justru semakin terjerat karena memilih jalan pintas. Padahal, semangat usaha itu ada, hanya modal yang menjadi hambatan,” jelasnya.
Baca Juga: Kolaborasi KPK dan BPK Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Digitalisasi SPBU Pertamina
Untuk tahap awal, sebanyak 34 takmir masjid dari tiga provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mengikuti bimbingan teknis agar siap menjadi pendamping program di daerah masing-masing.
Mereka akan menjadi garda terdepan dalam memastikan pinjaman bergulir ini berjalan efektif dan tepat sasaran.
Skema dana bergulir ini memungkinkan modal yang telah dikembalikan digunakan kembali untuk penerima baru.
Dengan begitu, semakin banyak warga yang bisa terbantu tanpa harus terjerat bunga mencekik seperti di pinjaman online.
“Pinjaman lunak sangat membantu karena tanpa bunga dan tidak menjerat seperti pinjol,” kata Arsad.
Selain memberi solusi konkret bagi masalah finansial masyarakat, BMM-MADADA juga diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi berbasis masjid.
Dana umat tidak hanya berhenti di kotak amal, melainkan benar-benar dikelola dan disalurkan untuk mendukung kemandirian warga sekitar.
Baca Juga: Dari OB dan Tukang Ojek Jadi Raja Properti, Prabowo Angkat Topi untuk Generasi Pejuang
Arsad menyebut pola ini sebagai langkah preventif yang efektif.
“Pola ini menjadi solusi preventif agar masyarakat tidak mencari pembiayaan ilegal. Masjid dapat menjadi garda ekonomi umat sekaligus benteng dari pinjol dan judol,” ujarnya.
Dengan pendekatan ini, Kemenag dan Baznas berharap masjid bisa tampil sebagai pusat solusi bagi berbagai persoalan sosial-ekonomi, sekaligus memperkuat peran agama dalam menjaga kesejahteraan umat di era digital yang penuh tantangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 6Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 7Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 8Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










