Banten

Jejak Misterius Pelaku Pembuang Bayi di Depan Griya Yatim & Dhuafa Palmerah Masih Diburu Polisi

Moehamad Dheny Permana | 26 September 2025, 19:45 WIB
Jejak Misterius Pelaku Pembuang Bayi di Depan Griya Yatim & Dhuafa Palmerah Masih Diburu Polisi

Akurat Banten - Polisi Jakarta Barat terus mengintensifkan penyelidikan terkait kasus penemuan bayi prematur yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di depan Griya Yatim & Dhuafa Kemanggisan, Palmerah.

Bayi malang itu ditemukan terbungkus dalam sebuah goodie bag hitam oleh anak-anak asuh panti.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, mengatakan pihaknya sudah meninjau rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Kami sudah cek CCTV pada malam hari itu. Memang tertutup, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap siapa pelakunya," ujar Arfan.

Dari rekaman, pelaku terlihat mengenakan helm dan berpostur laki-laki, meski wajahnya tak terlihat jelas.

"Dari lihat CCTV, memang posturnya seperti laki-laki menggunakan helm pada malam hari. Kami akan menggunakan teknologi ataupun informasi masyarakat sendiri. Mudah-mudahan bisa teridentifikasi dan mohon doanya agar kami segera mengungkap," tambah Arfan.

Setelah ditemukan, bayi perempuan tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Palmerah untuk mendapatkan pertolongan pertama karena tali pusarnya sudah lepas dan hanya ditutupi tisu.

Tidak lama kemudian, bayi dengan berat hanya 1,3 kilogram itu dipindahkan ke RSUD Tarakan dan dimasukkan ke ruang PICU untuk perawatan intensif.

Meski mendapatkan penanganan maksimal, nyawa bayi malang itu tak tertolong setelah menjalani perawatan selama 39 jam.

Baca Juga: Brimob Amankan Konser Air Supply & KLakustik di Senayan, Sterilisasi Menyeluruh untuk Kenyamanan Penonton

"Iya, bayi meninggal dunia di Rumah Sakit Tarakan, tadi malam, pukul 22.00 WIB," ujar Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora.

Kasus ini memicu keprihatinan masyarakat luas karena kondisi bayi yang prematur dan minim perlindungan saat dibuang.

Gomos menegaskan pihak kepolisian masih fokus mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi pelaku.

"Untuk pelaku lagi dilidik dan didalami pelakunya. Identitas masih didalami," katanya.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini agar segera melapor untuk membantu proses penyelidikan.

Penemuan bayi di lokasi umum seperti ini menimbulkan pertanyaan soal keamanan dan kepedulian lingkungan terhadap anak-anak yang rentan.

Anak-anak asuh panti yang menemukan bayi disebut mengalami trauma akibat melihat kondisi bayi saat itu.

Sementara itu, sejumlah pihak mengungkapkan dukungan moral kepada pihak panti dan keluarga bayi, berharap kasus ini segera diungkap agar pelaku dapat bertanggung jawab.

Pihak kepolisian menyatakan akan memaksimalkan penggunaan teknologi forensik dan jejak digital untuk mempersempit identitas pelaku.

Kasus ini menjadi sorotan karena mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan bayi dan anak-anak di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Drama Pasutri di Restoran Kemang Pesan Banyak Makanan Lalu Pergi Tanpa Bayar

Polres Metro Jakarta Barat terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak panti dan rumah sakit, untuk memastikan proses investigasi berjalan optimal.

Publik berharap kasus ini dapat segera diungkap, sehingga keadilan dapat ditegakkan bagi bayi yang malang tersebut.

Sementara itu, masyarakat juga diingatkan agar tetap waspada dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan yang berpotensi membahayakan anak-anak.

Jejak pelaku pembuangan bayi ini masih menjadi fokus utama polisi, dan pihak kepolisian meminta doa serta dukungan agar identitas pelaku segera terungkap.

Kasus ini sekaligus membuka diskusi tentang pentingnya perlindungan anak, serta tanggung jawab sosial dalam menjaga keselamatan bayi dan anak-anak di lingkungan masyarakat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.