Banten

Pertamina Pastikan Impor BBM untuk Swasta Tak Ganggu Harga, Fokus Utama Tetap Jaga Stabilitas Energi Nasional

Moehamad Dheny Permana | 21 September 2025, 18:58 WIB
Pertamina Pastikan Impor BBM untuk Swasta Tak Ganggu Harga, Fokus Utama Tetap Jaga Stabilitas Energi Nasional

Akurat Banten - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa langkah Pertamina membantu impor bahan bakar minyak (BBM) untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan.

Menurut Simon, keputusan tersebut diambil semata-mata untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan konsumen tetap mendapatkan harga yang stabil di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar.

“Pertamina tidak memanfaatkan situasi ini dan tidak mencari keuntungan di sini. Mandat utama kami adalah ketahanan energi, bukan soal margin,” kata Simon.

Ia menambahkan bahwa perusahaan pelat merah itu saat ini juga tengah disibukkan dengan tugas strategis lain, termasuk peningkatan lifting minyak dan gas bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Langkah Pertamina hadir setelah sejumlah badan usaha pemilik SPBU swasta seperti Shell, Vivo, BP, dan Exxon Mobil kesulitan memenuhi kebutuhan pasokan BBM.

Meski kuota impor untuk tahun 2025 sudah ditingkatkan 10 persen dibanding tahun sebelumnya, stok di lapangan tetap cepat habis dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi itu sempat membuat sebagian SPBU swasta terpaksa menutup layanan dan merumahkan karyawan.

Baca Juga: Lempar Kereta Bisa Bawa ke Penjara, KAI Peringatkan Warga Usai Insiden di Karawang

Bahkan ada pekerja yang bertahan dengan cara mencari tambahan pemasukan, misalnya berjualan makanan ringan di area SPBU.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyarankan agar SPBU swasta menggandeng Pertamina untuk mengimpor BBM tambahan di luar kuota resmi.

Mekanisme tersebut dilakukan secara business to business (B2B), sehingga tidak memberatkan pemerintah namun tetap menjamin ketersediaan pasokan di lapangan.

Pertamina, kata Simon, akan menjalankan skema itu secara terbuka dan transparan dengan prinsip keterbukaan data atau open book.

“Kami terbuka untuk semua agar mekanismenya bisa dilihat bersama. Jadi, kita bisa tahu biaya apa saja yang timbul, lalu diatur secara B2B. Yang jelas, jangan sampai harga ke konsumen naik karena hal ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya untuk menjaga operasional SPBU swasta tetap berjalan, tetapi juga memastikan konsumen tidak terdampak dengan kenaikan harga yang tak wajar.

Simon pun menekankan bahwa kerja sama tersebut menjadi bukti sinergi antara BUMN energi dan sektor swasta untuk menjaga keberlanjutan pasokan di tengah dinamika kebutuhan energi dalam negeri.

Baca Juga: Empat Balita di Tangerang Terinfeksi HIV dari Ibu, Dinkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

“Mekanisme kita lakukan dengan baik agar badan usaha swasta tetap beroperasi secara berkelanjutan dan secara komersial tetap masuk,” katanya.

Dengan pendekatan ini, pemerintah melalui Pertamina berharap keberlangsungan usaha swasta tetap terjaga, lapangan kerja bisa dipertahankan, dan konsumen tetap mendapatkan BBM dengan harga yang stabil.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.