Banten

AHY : Heliport Bukan Hanya Untuk Bisnis Tapi Juga Pertahanan

Irsyad Mohammad | 20 Agustus 2025, 17:33 WIB
AHY : Heliport Bukan Hanya Untuk Bisnis Tapi Juga Pertahanan


AKURAT BANTEN - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Heliport Cengkareng dalam rangkaian acara Heksia Heli Expo Asia 2025.

AHY menilai kehadiran heliport pertama di kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang digagas oleh Whitesky Group ini, menjadi momentum penting bagi penguatan sektor penerbangan khususnya industri helikopter di Indonesia.

Menurutnya, dengan kondisi geografis Indonesia yang luas dan banyak wilayah sulit dijangkau transportasi darat, layanan helikopter menjadi solusi strategis.

Baca Juga: Guncang Istana dengan Suaranya Diva Aurel Tabola Bale, Ternyata Arti Lagunya Sangat Menyentuh?

"Indonesia memiliki geografi yang tidak semua bisa dijangkau menggunakan transportasi darat, jadi sektor penerbangan ini penting. Kehadiran heliport ini membuka peluang besar, bukan hanya untuk bisnis dan ekonomi, tapi juga pertahanan, keamanan, hingga penanggulangan bencana," ujar AHY, Rabu (20/8/2025).

Selain untuk sektor bisnis, AHY menekankan bahwa helikopter juga vital dalam operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue), distribusi logistik saat bencana, serta pengembangan pariwisata.

“Customer experience harus tetap dijaga, dengan standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi,” tambahnya.

Baca Juga: Tubuh Balita Raya Dipenuhi Cacing hingga Otak, Dedi Mulyadi Gerak Cepat ke Puskesmas Desa

Adapun Heliport tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan, Basarnas, TNI, Polri, hingga BNPB juga dinilai memperkuat ekosistem penerbangan helikopter di Tanah Air.

Sementara itu, Denon Prawiraatmadja menyebut heliport seluas tiga hektare di Cengkareng ini menjadi pelengkap konektivitas Bandara Soetta yang setiap tahunnya melayani lebih dari 60 juta penumpang dari 38 maskapai domestik dan internasional.

"Dengan adanya heliport ini, Soekarno-Hatta semakin sejajar dengan bandara internasional kelas dunia seperti JFK di New York atau Heathrow di London. Heliport berfungsi sebagai multimoda yang mendukung mobilitas cepat dan efisien," kata Denon.

Baca Juga: Bakal Ditarik Royalti Lagu Indonesia Raya, Menkum Bakal Kunjungi LMKN

Dari sisi regulasi, pemerintah memastikan aturan terkait operasional helikopter sudah disiapkan. Ruang udara di kawasan Soetta telah diatur agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan komersial.

"Koridor operasi helikopter di Soekarno-Hatta sudah kami atur, sehingga penerbangan helikopter bisa dilakukan tanpa mengganggu jadwal penerbangan reguler. Ke depan, heliport-helipad di Indonesia akan terus kami dorong untuk memperkuat konektivitas transportasi udara," jelas Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Sokhib Al Rokhman.

Ia menambahkan, kebutuhan helikopter tidak hanya terbatas pada pengangkutan penumpang. Sektor logistik, layanan medis darurat, hingga akses menuju daerah terpencil juga sangat membutuhkan dukungan armada helikopter yang modern dan taktis.

Baca Juga: Sesar Lembang Berulah Sebabkan Gempa 1,7 Magnitudo di Bandung Barat, BMKG Umumkan Bahaya di Tanah Sunda?

Menurutnya, pengembangan heliport harus berorientasi pada kebutuhan geografis Indonesia yang unik.

Infrastruktur dasar seperti akses jalan dan fasilitas pendukung juga dinilai penting agar heliport bisa berfungsi maksimal untuk berbagai sektor, mulai dari bisnis, pertambangan, hingga penanggulangan bencana.

Selain itu, dia mengungkapkan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penerbangan yang menggunakan helikopter.

"Nomor satu adalah safety. Regulasi harus ketat untuk mencegah insiden, apalagi dengan semakin canggihnya industri penerbangan saat ini. Kami akan merumuskan kebijakan agar armada helikopter semakin banyak, modern, dan aman di Indonesia," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.