Tangisan Anak Harus Diganti Tawa, Komitmen Nyata Polisi Hadirkan Indonesia Ramah Anak

Akurat Banten - Setiap tawa anak adalah cermin masa depan bangsa.
Dalam semarak peringatan Hari Anak Nasional 2025, suasana ceria terpancar di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Pesona, Manggarai, Jakarta Selatan.
Bukan sekadar selebrasi, kegiatan ini menjadi bukti bahwa perlindungan terhadap anak-anak bukan hanya slogan, melainkan tanggung jawab bersama yang terus diperjuangkan.
Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO)
Bareskrim Polri mengambil langkah proaktif lewat kegiatan interaktif yang menggugah.
Anak-anak diajak bermain, berlomba, hingga berbicara lewat sesi “Rise and Speak” yang membebaskan mereka menyampaikan isi hati dan impiannya.
Semua ini dilandasi oleh semangat mendalam: anak-anak tidak hanya butuh perlindungan hukum, tapi juga ruang aman untuk tumbuh bahagia.
Baca Juga: Satpam Terlilit Judi Daring, Nekat Rampas Motor Ojol Disabilitas di Ciamis
Brigjen Pol. Nurul Azizah, Direktur Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri, menyuarakan tekad kuat institusinya dalam membangun dunia yang lebih ramah bagi anak-anak Indonesia.
“Anak-anak adalah amanah sekaligus aset paling berharga yang harus kita jaga. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh cinta, dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi,” ucapnya.
Bukan hanya soal penindakan, pendekatan yang diusung juga bersifat menyentuh hati.
Dalam sambutannya, Nurul menegaskan bahwa kerja polisi tidak selalu bermakna menggiring pelaku ke meja hijau, tapi juga menjadi penggerak perubahan sosial yang berpihak pada korban.
“Kami percaya bahwa kerja penegakan hukum harus disertai pendekatan humanis, menjunjung tinggi kepentingan terbaik bagi anak,” katanya.
Pesan kuat juga disampaikan sang jenderal bintang satu dalam ucapan khusus untuk generasi penerus bangsa.
Baca Juga: Prabowo Resmi Umumkan Tema HUT ke-80 RI, Tekankan Persatuan dan Kesejahteraan Rakyat
“Di momen Hari Anak Nasional 2025 ini, izinkan saya menyampaikan rasa hormat dan kasih sayang yang tulus untuk seluruh anak-anak Indonesia, harapan masa depan bangsa,” katanya.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial.
Dengan menggandeng berbagai komunitas, pendekatan edukatif dan rekreatif menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara aparat dan anak-anak.
Ada harapan besar bahwa kolaborasi lintas sektor bisa terus memperluas jangkauan perlindungan anak.
“Mari bersama kita wujudkan Indonesia yang ramah anak di mana setiap tawa dan mimpi mereka tumbuh tanpa batas,” tutup Brigjen Pol.
Hari Anak Nasional 2025 menjadi momentum penting untuk merenung dan bergerak.
Karena sesungguhnya, setiap langkah kecil menuju perlindungan anak adalah lompatan besar menuju masa depan yang lebih cerah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 5Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 6Rocky Gerung Minta Gibran Mundur, Dede Budhyarto Bereaksi! Sikap Yusril Ikut Jadi Sorotan
- 7Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 8Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC








