Banten

Menlu Sugiono Pastikan Evakuasi WNI dari Iran dan Wilayah Konflik Tel Aviv Terus Berlanjut

Moehamad Dheny Permana | 30 Juni 2025, 18:53 WIB
Menlu Sugiono Pastikan Evakuasi WNI dari Iran dan Wilayah Konflik Tel Aviv Terus Berlanjut

 

Akurat Banten - Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan keberhasilan evakuasi 97 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran dan 26 WNI dari wilayah Tel Aviv, Yerusalem, dan Arabah.

Evakuasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga keselamatan warga negara di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Menlu Sugiono menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan melalui jalur Azerbaijan.

Operasi ini melibatkan koordinasi erat antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran, Iran, dan KBRI Amman, Yordania.

“Rencana evakuasi bagi warga negara yang ada di wilayah ini akan kami lanjutkan,” tegas Sugiono.

Menurut data terkini, jumlah WNI yang tercatat berada di Iran mencapai 386 orang.

Dari jumlah tersebut, selain yang telah dievakuasi, masih ada sejumlah warga yang memilih untuk tetap tinggal di Iran.

Pemerintah tetap menghormati keputusan mereka namun tetap melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi keamanan di lokasi.

Baca Juga: Duka di Kali Wanggu: 402 Jiwa di Kendari Terpaksa Mengungsi Akibat Banjir Besar

Sementara itu, jumlah WNI yang berada di kawasan Tel Aviv, Yerusalem, dan Arabah mencapai 167 orang.

Dari total tersebut, beberapa di antaranya juga belum menyatakan kesediaan untuk dievakuasi.

Meski demikian, pemerintah Indonesia memastikan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait demi menjaga keselamatan seluruh WNI yang masih berada di zona rawan tersebut.

Dengan situasi gencatan senjata yang saat ini sedang berlangsung, Menlu Sugiono berharap WNI yang belum dievakuasi tetap dalam kondisi aman.

Namun, ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif jika kondisi memburuk.

Baca Juga: Tarif Ojol Segera Naik, Pemerintah Siapkan Aturan Baru dengan Kenaikan Hingga 15 Persen

“Kami telah membentuk suatu gugus tugas yang disebut crisis response team, jika sewaktu-waktu situasi memburuk dan memaksa kita untuk segera mengevakuasi warga negara di negara-negara tersebut,” jelas Sugiono.

Langkah sigap pemerintah ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan WNI di luar negeri, terutama di wilayah yang berpotensi konflik.

Evakuasi akan terus dilakukan secara bertahap, mengikuti perkembangan situasi di lapangan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.