Banten

Medvedev Bongkar Isu Mengejutkan, Iran Diduga Bakal Dapat Kiriman Senjata Nuklir dari Negara Sahabat

Moehamad Dheny Permana | 23 Juni 2025, 19:56 WIB
Medvedev Bongkar Isu Mengejutkan, Iran Diduga Bakal Dapat Kiriman Senjata Nuklir dari Negara Sahabat

Akurat Banten - Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, mengeluarkan pernyataan yang mengundang perhatian dunia.

Dalam sebuah unggahan di akun Telegram miliknya pada hari Minggu, Medvedev menyebut bahwa ada beberapa negara yang dikabarkan bersedia memberikan senjata nuklir kepada Iran.

“Sejumlah negara siap untuk memasok Iran dengan senjata nuklir mereka,” tulis Medvedev.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan bahwa militer AS telah melakukan pengeboman terhadap fasilitas nuklir Iran.

Baca Juga: Fahri Hamzah Sindir Pengembang Rumah yang Kini Jadi Spekulan Tanah: Harga Naik, Rumah Tak Kunjung Dibangun

Tiga lokasi penting yang menjadi sasaran serangan adalah Fordow, Natanz, dan Isfahan, tiga titik strategis yang selama ini dikenal sebagai bagian dari program nuklir Teheran.

Namun menurut Medvedev, serangan yang dilakukan pasukan AS tidak menimbulkan dampak signifikan.

Ia menyebut bahwa kerusakan yang terjadi di fasilitas-fasilitas tersebut terbilang minim dan tidak menghambat aktivitas Iran.

“Kemungkinan besar, Iran masih bisa melanjutkan proses pengayaan uranium dan proyek senjata nuklirnya,” ucap Medvedev.

Mantan Presiden Rusia itu juga melontarkan kritik tajam kepada Trump, yang dinilainya bertindak kontradiktif dengan citra perdamaian yang dulu ia bawa saat kampanye.

“Trump kembali menyeret negaranya ke dalam konflik besar, padahal dia sendiri pernah mengklaim sebagai tokoh perdamaian,” kata Medvedev.

Baca Juga: Iran Geram, Desak IAEA Kecam Serangan AS: Hukum Internasional Diinjak-injak!

Ia bahkan menyindir wacana pemberian Hadiah Nobel Perdamaian kepada Trump.

Menurutnya, dengan kondisi saat ini, sangat kecil kemungkinan dunia akan menganggap Trump layak menerima penghargaan tersebut.

“Mayoritas negara jelas menolak langkah-langkah yang diambil AS dan Israel,” tambahnya.

Serangan ini menjadi babak baru dalam konflik antara Iran dan Israel yang makin membara sejak pertengahan Juni.

Laporan dari otoritas Israel menyebutkan setidaknya 25 korban jiwa dan ratusan orang terluka akibat serangan balasan Iran.

Baca Juga: MIRIS! BNN Ungkap 10 Persen dari Tersangka Penyelundupan Narkoba adalah Ibu Rumah Tangga

Sementara dari pihak Iran, angka korban lebih tragis yaitu 430 orang tewas dan lebih dari 3.500 mengalami luka akibat gempuran militer Israel.

Kini, pernyataan Medvedev soal kesiapan negara lain membantu Iran dengan senjata nuklir semakin membuat situasi tidak menentu.

Banyak yang khawatir, jika benar terjadi, dunia bisa berada di ambang krisis besar yang jauh lebih dalam.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.