Banten

Dedi Mulyadi Meledak di Subang: Ini Bukan Forum Persikas, Punya Otak Kamu?

Saeful Anwar | 29 Mei 2025, 14:44 WIB
Dedi Mulyadi Meledak di Subang: Ini Bukan Forum Persikas, Punya Otak Kamu?

 AKURAT BANTEN– Suasana haru dan khidmat acara “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga Edisi ke-9” di Desa Sukamandijaya, Subang, mendadak berubah tegang.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang dikenal dengan gaya blusukan dan kedekatannya dengan rakyat, meluapkan amarahnya pada Rabu (28/5/2025) setelah aksi tak terduga sekelompok pemuda.

Insiden itu terjadi di penghujung acara, saat KDM baru saja menyampaikan kalimat filosofis yang menyentuh hati, “Ngaguru ku ka bodoan, ikhlas eusi ku kapinteran.” Tiba-tiba, ketenangan pecah.

Baca Juga: Bikin Salfok! Momen Presiden Macron Terpana Lukisan Soekarno di Istana: This Is Your?

Sekelompok pemuda nekat membentangkan spanduk bertuliskan “Persikas Subang” dan berteriak-teriak di tengah pidatonya.

"Ini Bukan Forum Persikas! Ini Forum Saya!"

Melihat pemandangan itu, KDM sontak menghentikan ucapannya.

Dengan tatapan tajam dan suara menggelegar, ia menegur keras aksi provokatif tersebut. “Hai, berhenti kamu! Duduk! Ini bukan forum Persikas!

 Baca Juga: Kabar Gembira untuk Mahasiswa Jakarta! Dana KJMU 2025 Sudah Cair, Bantu Biaya Kuliah dan Uang Saku

Ini forum saya! Siapa kamu, turunkan spanduknya!” teriak KDM sambil melangkah ke ujung panggung.

Di hadapan ribuan warga yang terdiam, emosi KDM semakin memuncak. “Hai, jangan sok jago kamu di sini! Enggak mikir kamu, ini bukan forum Persikas.

Ini forum saya dengan rakyat. Mikir kamu!” serunya dengan nada tinggi, menunjuk ke arah para pemuda.

Gubernur bahkan mempertanyakan nalar para pelaku. “Punya otak kamu! Ngaku pemuda, ngaku mahasiswa. Ini urusan rakyat bukan urusan Persikas.

Baca Juga: Marak Peredaran Miras, MUI Kabupaten Serang Minta Pemkab Tegakkan Perda

Urusan Persikas itu di lapangan, bukan di sini. Dan itu bukan urusan saya!” tegasnya, menyiratkan kekecewaan mendalam atas tindakan yang dinilai salah tempat.

KDM juga mengecam keras tindakan tidak sopan yang terjadi di tengah momen penting di mana ia menyapa warga kurang mampu.

“Kamu punya otak? Ada orang menderita sedang diselamatkan kamu malah teriak. Siapa kamu? Maju ke sini! Cari, saya tidak terima!

Baca Juga: UGM Turun Tangan, Bentuk Tim Hukum Dampingi Keluarga Korban Tewas Kecelakaan BMW di Sleman

Anak muda tidak punya otak kamu!” lanjutnya dengan nada emosional. Ia bahkan mengancam akan menyelidiki latar belakang para pemuda tersebut:

“Kalau kamu anak sekolah, saya cari kamu sekolahnya di mana. Kalau kamu mahasiswa, saya cari kampusmu di mana!”

Aksi ini, yang diduga sebagai bentuk protes atas kurangnya perhatian pemerintah terhadap klub sepak bola Persikas Subang, dinilai sangat tidak tepat.

Baca Juga: Gesekan 'Bau Tanah' Berakhir Haru: Hercules & Eks Kepala BIN Sutiyoso Duduk Sejajar, Kisah Kopassus & Pejuang Timor Terungkap!

Acara “Abdi Nagri” sendiri merupakan forum penuh empati di mana KDM hadir membaur bersama warga, sebagai simbol solidaritas dan kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya.

Usai insiden, Dedi Mulyadi menyampaikan kekecewaannya kepada awak media. “Saya terbuka terhadap aspirasi warga, tapi ada waktunya, ada tempatnya.

Jangan rusak momen sakral seperti ini,” ujarnya. Ia menekankan bahwa “Abdi Nagri” adalah ruang penyambung kasih antara rakyat dan pemerintah.

Baca Juga: Macron Undang Prabowo Hadiri Bastille Day, TNI Diundang Parade Militer di Paris

Tokoh masyarakat setempat, Haji Darma, turut menyayangkan insiden tersebut. “Warga sini sangat antusias menyambut Pak Gubernur.

Tapi satu dua orang bisa merusak suasana yang seharusnya penuh makna,” ungkapnya.

Acara akhirnya dilanjutkan setelah situasi tenang, meskipun raut wajah Gubernur Dedi masih menyiratkan kekecewaan mendalam (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman