Banten

IMF Ramal Ekonomi RI Bakal Melemah, Sri Mulyani Langsung Siaga! Ada Apa Sebenarnya?

Moehamad Dheny Permana | 30 April 2025, 20:26 WIB
IMF Ramal Ekonomi RI Bakal Melemah, Sri Mulyani Langsung Siaga! Ada Apa Sebenarnya?

Akurat Banten - Dana Moneter Internasional (IMF) baru saja merilis proyeksi mengejutkan mengenai ekonomi Indonesia.

Dalam laporan terbarunya, IMF memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% untuk tahun 2024, turun dari estimasi sebelumnya yang berada di angka 5,1%.

Perubahan ini dipicu oleh faktor-faktor global seperti perlambatan ekonomi Tiongkok serta tren suku bunga tinggi yang masih membayangi banyak negara.

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani langsung angkat bicara.

Baca Juga: Tragedi Mengerikan di Tangerang: Sekuriti Bandara Diburu Terkait Kematian Anak 4 Tahun

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan akan terus berupaya menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Menurutnya, langkah-langkah seperti penguatan investasi, perbaikan iklim usaha, serta pengelolaan fiskal yang hati-hati menjadi kunci dalam menangkis pelemahan ekonomi yang diprediksi IMF.

Sri Mulyani juga menekankan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan, sementara sektor ekspor tengah menghadapi tekanan akibat melambatnya permintaan global.

Baca Juga: May Day Membara: 11 Tuntutan Pekerja Indonesia Gemparkan Istana Negara di Hadapan Prabowo!

Oleh karena itu, pemerintah akan berfokus pada mendorong produktivitas dan peningkatan nilai tambah sektor industri dalam negeri.

Selain itu, Indonesia juga dihadapkan pada ketidakpastian eksternal seperti ketegangan geopolitik dan harga komoditas yang fluktuatif.

Namun, Sri Mulyani tetap optimistis bahwa dengan kerja sama lintas sektor, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dan menjauh dari risiko resesi.

Baca Juga: Pemprov Banten Terima Rp237 M Pemutihan 160 ribu dari 2,3 juta Penunggak PKB dan BBNKB, Rencana Diperpanjang?

Peringatan dari IMF ini menjadi sinyal penting bahwa Indonesia harus sigap dan waspada dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Pemerintah dituntut untuk tidak lengah dan segera mengambil langkah konkret agar ekonomi Tanah Air tidak tergelincir ke jalur melambat, seperti yang diramalkan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.