Banten

Tragedi Mengerikan di Tangerang: Sekuriti Bandara Diburu Terkait Kematian Anak 4 Tahun

Moehamad Dheny Permana | 30 April 2025, 20:21 WIB
Tragedi Mengerikan di Tangerang: Sekuriti Bandara Diburu Terkait Kematian Anak 4 Tahun

Akurat Banten - Kasus tragis kematian MA, bocah berusia 4 tahun yang ditemukan tewas dalam kondisi terbakar di sebuah rumah kontrakan di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, terus menjadi sorotan publik.

Hingga saat ini, Kepolisian masih memburu terduga pelaku berinisial HB (38), seorang sekuriti yang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, dalam keterangannya di Tangerang, mengungkapkan bahwa identitas terduga pelaku telah diketahui.

HB ditetapkan sebagai tersangka utama setelah hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk ibu kandung korban.

Baca Juga: May Day Membara: 11 Tuntutan Pekerja Indonesia Gemparkan Istana Negara di Hadapan Prabowo!

"Sejumlah bukti dan keterangan saksi mengarah kuat kepada HB, usia 38 tahun, sebagai terduga pelaku. Saat ini, kami masih memburu keberadaannya," ujar Kombes Pol. Zain.

Meski identitasnya sudah dikantongi, HB hingga kini belum berhasil ditemukan. Polisi telah membentuk tim khusus untuk melakukan pencarian intensif.

Aparat juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempersempit ruang gerak HB agar segera dapat diamankan.

Baca Juga: Pemprov Banten Terima Rp237 M Pemutihan 160 ribu dari 2,3 juta Penunggak PKB dan BBNKB, Rencana Diperpanjang?

Peristiwa tragis ini bermula saat ibu korban, yang berinisial F alias J, mencari anaknya di kontrakan tersebut. Namun, saat itu pintu rumah dalam keadaan terkunci rapat.

Setelah berhasil masuk, sang ibu menemukan putrinya dalam kondisi mengenaskan, tidak bernyawa, dan tubuhnya terbakar.

Pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti.

Jasad MA kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses autopsi guna memastikan penyebab kematiannya.

Baca Juga: Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan: Ide Brilian Gubernur Banten Tanami Jagung di Pinggir Tol

Dugaan kuat, korban meninggal dunia akibat tindak pidana kekerasan terhadap anak.

Hal ini mempertegas bahwa kasus ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan melibatkan unsur kekerasan berat.

"Tim kami masih bekerja keras. Kami pastikan, terduga pelaku akan kami kejar hingga dapat, dan kasus ini akan kami tuntaskan," tegas Kapolres.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Warga berharap keadilan segera ditegakkan dan pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya yang keji.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.