Preman Ormas Minta THR hingga Segel Pabrik Sawit, Pengusaha Ketar-Ketir

Akurat Banten - Aksi premanisme yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) kembali meresahkan dunia usaha.
Sejumlah pengusaha kelapa sawit mengaku dipalak dengan modus permintaan Tunjangan Hari Raya (THR).
Bahkan, ketika permintaan tersebut tidak dipenuhi, sebuah pabrik sawit menjadi sasaran penyegelan oleh salah satu ormas besar di Indonesia.
Baca Juga: Kebiasaan Dermawan Meningkat Selama Ramadhan: Apa yang Membuatnya Terjadi?
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Sahat Sinaga, mengecam tindakan tersebut dan meminta pemerintah segera turun tangan.
Sahat menegaskan bahwa tindakan semacam ini sangat mengganggu iklim investasi dan operasional industri.
Ia meminta pemerintah daerah bersikap tegas terhadap ormas yang melakukan pemerasan dan penyegelan ilegal terhadap pabrik-pabrik yang beroperasi secara sah.
Baca Juga: Lebaran Hampir Tiba! Ini Cara Cerdas Mengelola THR Agar Tidak Cepat Habis
"Baiknya ada pengumuman dari Kemendagri atau Pemda-pemda agar perusahaan industri dan perkebunan atau usaha jenis lainnya tidak melayani permintaan sumbangan dalam bentuk apa pun dari pihak mana pun yang meresahkan kenyamanan dan ketenangan berusaha di Indonesia," tegasnya.
Sahat mengungkapkan bahwa aksi semacam ini bukanlah yang pertama kali terjadi.
Ia menyebut bahwa kasus pemalakan dan penyegelan pabrik sawit sering terjadi di beberapa daerah di Kalimantan dan Sumatra.
Menurutnya, modus yang digunakan ormas cukup bervariasi.
Jika permintaan THR tidak dikabulkan, mereka tak segan-segan melakukan aksi anarkis seperti penyegelan pabrik hingga penjarahan sawit langsung dari perkebunan.
"Masyarakat sekitar dan ormas-ormas mulai menjarah sawit-sawitnya. Kejadian ini marak di Kalteng, Kaltim, dan Riau," ungkap Sahat.
Maraknya aksi premanisme ini membuat para pelaku usaha ketakutan dan was-was dalam menjalankan bisnisnya.
Banyak dari mereka berharap pemerintah, khususnya aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, bisa bertindak tegas terhadap ormas-ormas yang meresahkan dunia usaha.
Pengusaha menilai bahwa jika dibiarkan, kejadian seperti ini akan semakin meluas dan menghambat pertumbuhan industri di Indonesia.
Baca Juga: Pengakuan Ole Romeny, Pencetak Satu Gol Indonesia Lawan Australia: Penalti Gagal, Mental Kami Turun
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah terkait langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti kasus ini.
Namun, para pelaku usaha berharap ada tindakan konkret yang bisa memberikan rasa aman dalam menjalankan bisnis mereka.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Gibran? Prabowo Disebut Punya 4 Kandidat Cawapres, Ada Nama Mengejutkan
- 2Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 3Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 4Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pramono Anung Buka Suara, 'Ada Pesan Penting untuk Pemerintah'
- 6Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Dokumen Pendidikan Gibran, Ada Keterangan yang Dipertanyakan
- 7Langit Malam 14 September Bikin Geger, Bulan dan Venus Ternyata Punya 'Pertunjukan' Khusus
- 8Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 9Roy Suryo Minta Rp206 Juta, Hakim Cuma Beri Rp5 Juta! Responsnya Bikin Kaget
- 10Life Jacket Bertuliskan KM Samudera Pratama Ditemukan di Selat Sunda







