Banten

Program Makan Bergizi Gratis Gagasan Prabowo di Banten Belum Merata

Irsyad Mohammad | 7 Januari 2025, 16:28 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Gagasan Prabowo di Banten Belum Merata

AKURAT BANTEN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia terpilih Prabowo Subianto di Provinsi Banten masih dalam tahap uji coba. Selasa (07/01/25).

Program tersebut baru dilaksanakan di beberapa sekolah, yakni di SMAN 8 Kota Serang dan SMKN 3 Kota Tangerang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Tabrani, mengaku saat ini program MBG masih belum dapat dilaksanakan secara merata di semua jenjang pendidikan, baik di SD, SMP, SMA, SMK, maupun SKh, baik negeri maupun swasta.

Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi, Dua Desa di Kabupaten Serang Terdampak Banjir, Akses Jalan belum dapat Dilalui

Tabrani mengaku, Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp311 miliar untuk mendukung keberhasilan program tersebut. 

Namun, program MBG, kata Tabrani belum bisa diterapkan secara merata di 400 ribu sekolah yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Banten.

"Program ini belum merata, tetapi insyaallah dengan anggaran yang sudah disiapkan, kami akan melaksanakan secara keseluruhan di luar sekolah-sekolah yang sudah melakukan uji coba," ujar Tabrani di KP3B, Senin (6/1/2025).

Baca Juga: Polisi Bakal Terapkan Tilang Sistem Poin dapat Berdampak SIM Dicabut, Simak Penjelasannya!

Tabrani, mengungkapkan, pelaksanaan program makan bergizi ini lebih banyak dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sementara Pemprov Banten saat ini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program tersebut. 

"Secara rinci, kami menunggu juknis dari BGN di luar yang sudah diujicobakan," tambahnya.

Terakhir kata dia, biaya untuk satu porsi makanan bagi siswa adalah Rp15 ribu. Meski demikian, angka tersebut masih bisa dievaluasi lebih lanjut. 

Baca Juga: Shin Tae Yong Dipecat, PSSI Bayar Kompensasi Pesangon Puluhan Miliar

"Anggaran untuk satu porsi kami hitung sebesar Rp15 ribu. Jika ada evaluasi, kami akan menunggu kebijakan lebih lanjut," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.